“Anna? Kamu belum balik?”Anna terkejut ketika lamunannya disadarkan oleh suara Victor, “Eh dokter Victor. Iya, saya ambil dua shift, kebetulan ada perawat lain yang minta izin.”Victor mengangguk kemudian melirik jam tangannya, “Masih istirahat kan?”Awalnya Anna terdiam kemudian mengangguk, “Iya, dok.”“Mau temani saya makan di luar?”“Ta.. tapi dok..”“Sebentar saja, please...”Setelah berpikir beberapa detik, Anna akhirnya mengangguk setuju. “Oke.”Anna kemudian mengikuti langkah Victor menuju kafe yang tidak jauh dari rumah sakit di mana tempat mereka berdua bekerja.“Seperti biasa?” tanya Victor ketika sudah duduk di sebuah meja makan.Sebelah alis Anna terangkat merasa heran, namun dia akhirnya memilih untuk mengangguk.“Ayam bakar paha satu, bumbunya pedas ya. Soto ayam daging paha tanpa kulit satu, nasi putih satu, lontong satu, es jeruk satu, dan es teh manis satu.”Anna terkesiap mendengar orderan Victor pada pelayan yang baru saja mencatat pesanan mereka dan melangkah perg
Read more