Vio merasakan matanya panas. Bukan karena rasa perih di pipinya yang mulai membiru, tapi karena cengkeraman tangan Kael di pergelangan tangannya terasa begitu dingin. Pria yang tadi pagi bersikap seolah ingin menjaga dan melindunginya, kini justru berdiri menjadi tameng bagi wanita yang baru saja merendahkannya.“Kael, dia malah menamparku,” bisik Vio dengan suara bergetar.Wanita itu, yang belakangan diketahui bernama Shena, langsung bergelayut di lengan Kael dengan manja. “Sayang, lihat! Sekretaris barumu ini sangat tidak sopan. Dia mengancam mau panggil security! Aku hanya memberinya sedikit pelajaran.”Kael tidak menatap Shena. Matanya tetap terkunci pada wajah Vio yang memerah. “Masuk ke ruangan, Violleta. Sekarang.”“Tapi dia—”“Masuk!” bentak Kael pendek.Vio melepaskan tangannya dengan paksa dari genggaman Kael. Tanpa sepatah kata pun, ia melangkah masuk ke ruang kerja adik angkatnya itu, membanting pintu kaca hingga bergetar. Di dalam, ia hanya bisa terduduk lemas, melihat
Last Updated : 2026-04-09 Read more