Malam harinya, Alistair kembali ke kastil dengan aroma salju yang menempel di mantel militernya. Ia terkejut melihat Liora masih duduk di ruang tengah, menunggunya dengan sebuah amplop di atas meja.“Kau belum tidur?” tanya Alistair dingin, lalu melepaskan sarung tangan kulitnya tanpa menatap Liora.“Ada yang ingin kusampaikan, Duke Alistair,” suara Liora terdengar datar, namun memiliki kekuatan yang belum pernah ada sebelumnya.Alistair menghentikan gerakannya. Ia menoleh, menatap istrinya dengan kening berkerut. “Jika ini tentang uang untuk ibumu, Ibu Suri sudah menceritakannya padaku. Kau tidak perlu mencuri koin dari laci—”“Aku tidak mencuri milikku sendiri, Alistair,” potong Liora tajam. “Dan aku tidak ingin bicara soal koin. Aku ingin bicara soal kita.”Alistair mendengus, seulas senyum meremehkan muncul di bibirnya. “Kita? Apa lagi yang ingin kau keluhkan? Bukankah kau sudah mendapatkan posisi sebagai wanita tertinggi di Utara?”Liora berdiri, matanya menatap langsung ke netra
最終更新日 : 2026-05-05 続きを読む