“Aku termasuk bagian dari Rupa Rancang Nusantara, by the way. Emang nggak boleh aku ikut outing?”Megantara mengembuskan napas panjang. Tangannya terangkat untuk memijat pelipis yang tiba-tiba terasa berdenyut. Di hadapannya, Elvira berdiri dengan ekspresi santai seolah kehadirannya pagi itu adalah hal yang paling wajar di dunia.“El, aku—”Megantara belum menyelesaikan kalimatnya, Elvira sudah lebih dulu membuka pintu mobil lalu masuk ke kursi penumpang. Seolah semuanya sudah diputuskan.Megantara menatapnya beberapa saat. Namun akhirnya ia memilih diam. Jujur saja, ia terlalu lelah untuk berdebat dengan perempuan itu.Lalu tanpa mengatakan apa-apa lagi, lelaki itu berjalan mengitari mobil, masuk ke kursi kemudi, lalu menyalakan mesin.Mobil perlahan meninggalkan area apartemen. Menyusuri jalanan Jakarta yang mulai dipenuhi kendaraan. Sepanjang perjalanan Megantara memilih bungkam. Hanya suara pendingin udara dan sesekali bunyi klakson dari kendaraan lain di luar sana.Elvira sibuk m
Last Updated : 2026-06-05 Read more