“MBAAAAK!”Suara Arsenio menggema begitu pintu apartemen baru saja terbuka. Suara Arsenio menggema begitu pintu apartemen baru saja terbuka. Hagia yang masih memegang kain lap seketika tertegun.Belum sempat ia bereaksi, Arsenio sudah berdiri di ambang pintu dengan kedua tangan terbuka lebar. Di belakangnya menyusul Risa, Kaluna, dan Sinta yang sama-sama membawa beberapa kantong belanja berisi camilan dan minuman. “Kalian kok bisa naik, sih?”“Bisa, dong. Kan gue sama satpam sini bestie-an,” kelakar Arsenio.Hagia terkekeh. Pandangannya tertuju pada Risa, Kaluna, dan Sinta. Kemudian memeluk mereka satu per satu. “Ya ampun, kalian baru balik ngantor?”“Iya. Sekalian pengen ngecek,” ujar Risa sambil menyeringai jahil, “mantan bos sama mantan rekan kerja kita masih hidup apa nggak.”Hagia tak kuasa menahan tawanya. “Ya ampun...”“Kangen sama Mbak Hagia...”Hagia hanya menggeleng geli. Sudut bibirnya terus terangkat. Sudah lama rasanya ia tidak tertawa selepas ini.“Ayo, masuk dulu.” Ha
Mehr lesen