“Jangan telat ya, Gan. Gue udah jalan ini. Lo tahu sendiri kalau gue nggak suka ngaret.”Megantara menghela napas pendek. Lelaki itu baru saja selesai mengancingkan kemejanya. “Iya. Aku udah siap, Mbak.” Ia melirik ke samping. “Tapi, Mbak, aku ngajak Ranu nggak apa-apa, kan?”“Nggak apa-apa. Gue juga ngajak Brian, kok. Mas Areksa lagi di luar kota dan dia maunya gue tetap datang! Kalaupun mereka nanti rewel, kita tinggal cabut aja. Yang penting setor muka aja,Gan."“Oke.”Setelah panggilan dengan Vanessa berakhir, Megantara menghela napas pendek. Ia melemparkan ponselnya ke atas ranjang bersamaan dengan suara ketukan dari luar terdengar.Megantara mengernyit. Namun ia sudah bisa menebak siapa yang datang ke unitnya. Lelaki itu mengembuskan napas pelan, lalu melangkah ke depan.Begitu pintu dibuka, Megantara seketika tertegun. Pandangannya langsung terpaku pada Hagia yang kini berdiri di hadapannya. Kemudian diam-diam Megantara mengumpat dalam hati.Lelaki itu mengerjap pelan. Tatapann
Last Updated : 2026-05-29 Read more