Pintu bangunan itu tertutup pelan di belakang Monica, meredam suara dunia luar yang sejak tadi mengejarnya tanpa henti. Ruangan di dalam terasa kontras, lebih tenang, lebih bersih, dengan pencahayaan hangat yang sengaja dibuat stabil, seolah tempat ini dirancang untuk memberi ilusi aman. Namun Monica tidak tertipu. Ia berdiri sejenak, matanya menyapu setiap sudut ruangan, membaca detail kecil seperti posisi kamera, jalur keluar, hingga orang-orang yang berdiri terlalu diam untuk sekadar penjaga biasa.Isaac berjalan sedikit di depannya, tidak tergesa, tapi jelas menguasai tempat itu. Beberapa orang memberi anggukan singkat saat mereka lewat, tidak banyak bicara, hanya cukup untuk menunjukkan hierarki yang tidak perlu dijelaskan. Monica memperhatikan itu semua tanpa komentar. Semakin jelas baginya bahwa Isaac bukan sekadar 'problem solver' biasa. Ia punya wilayah kekuasaannya sendiri.“Lo udah lama punya tempat ini,” ucap Monica akhirnya, s
Last Updated : 2026-04-20 Read more