“Jangan lepaskan peganganmu, Monica!”Suara Javier menggelegar di antara desing peluru dan dentuman teknologi gravitasi yang menghantam tanah.Ia berdiri kokoh di depan Monica, menghunuskan pedang logam yang ditempa khusus oleh para pandai besi The Analogues.Monica mencengkeram lengan Javier dengan kuku yang memutih.Rasa sakit itu bukan lagi sekadar kontraksi, melainkan seperti ada lava panas yang mengalir di jalur sarafnya.“Gue nggak bisa, Jav ... ini beda,” rintih Monica.Cairan emas murni yang merembes dari balik gaunnya mulai membanjiri aspal, berpendar terang di tengah kegelapan medan perang.Setiap tetes yang menyentuh tanah seolah mengirimkan gelombang kejut yang menggetarkan udara di sekitar mereka.Javier menoleh sejenak, matanya terbelalak melihat cahaya itu. “Bertahanlah, demi anak kita.”Di depan mereka, Meisy melayang rendah dengan sisa-sisa teknologi gravitasi yang tertanam di punggungnya.Wajah sahabatnya itu kini menyeramkan, dipenuhi garis-garis hitam yang berdenyut
Last Updated : 2026-05-12 Read more