Share

Chapter 1 - 012

Author: Chani yoh
last update publish date: 2026-04-28 22:00:03

Hari ini hari yang menentukan. Zevanya akan menjual piano peninggalan ibunya. Pembeli akan datang, membayar dan mengangkut piano itu.

Sore nanti piano itu akan berpindah pemilik. Dia tak lagi memiliki satu-satunya peninggalan dari ibunya.

Tak bisa dipungkiri, hati Zevanya teramat sedih. Dia tidak punya sesuatu apapun yang mengingatkan dirinya pada ibunya.

Foto ibunya hanya tinggal satu dan dia menyimpannya di dompet.

Itu tak lebih dari sebuah foto usang dengan dirinya di usia tujuh tahun.

Ibu m
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Suami Lumpuh Mendua, Mantan Mengejar Kesempatan Kedua   #1 - 083

    Morgan tak bisa mengalihkan pandangannya dari video yang mana berisi aib Zevanya yang ia bongkar.Angka view terus bertambah dan sekarang sudah menjadi 5,5 juta. Ini luar biasa. Dalam semalam bertambah 500 ribu penonton.Habislah Zevanya sekarang!Setelah tertawa penuh kemenangan, Morgan meletakkan ponselnya.Ia melirik jam di dinding dan bersiap mandi. Dengan langkah yang susah payah, ia mandi dan setelah selesai Morgan keluar dan melihat ponselnya lagi.Ia menyadari ada yang aneh.Seharusnya Zevanya sudah melihat videonya ini. Itu berarti Zevanya seharusnya sudah menelponnya dan mengamuk padanya.Tapi kenapa sampai sekarang Zevanya tidak sekalipun menelponnya? Bahkan mengirimnya pesan pun tidak.Ah, pastilah karena dia sudah memblokir nomorku. Lalu sekarang hilang. Jadi dia tak bisa menghubungiku lagi sekalipun hanya sekadar untuk marah-marah.Hahahha!Morgan tertawa puas membayangkan Zevanya sedang menangis memeluk dirinya sendiri. Merasa menyesal bahwa dengan aib ini dia akan kesu

  • Suami Lumpuh Mendua, Mantan Mengejar Kesempatan Kedua   #1 - 082

    Zevanya tak pernah menyangka jika kata-kata yang keluar dari Jarreth akan menyalahkannya seperti ini.Sorot matanya pun menampilkan luka mendalam ketika ia mendengar Jarreth mempertanyakan kenapa tidak menjaga Baby Jerome untuknya.Ia adalah ibunya. Ia mengandung Jerome selama enam bulan. Lalu ia kehilangan bayinya sebelum waktu yang diperkirakan.Apakah ia tidak merasakan sakit yang menyayat? Dari antara semua orang, ia lah yang merasa paling kehilangan.Dan dia tak pernah menginginkan hal seperti itu terjadi.Lalu kalimat itu dengan begitu tega meluncur dari bibir Jarreth, pria yang selama ini telah menopangnya, menjadi tempatnya bersandar hingga ia tidak hancur diterpa hinaan dan fitnahan Morgan.Ini sunggguh mengecewakan.Rasa sakit yang menyayat pun tersorot dari pancaran matanya yang menelusup ke dalam tatapan mata Jarreth.Seketika pria itu menyadari ia telah mempersalahkan Zevanya.“Ma- maafkan aku, Ze. Bukan itu maksudku.”Jarreth terbata dan ikut merasa hancur saat menatap k

  • Suami Lumpuh Mendua, Mantan Mengejar Kesempatan Kedua   #1 - 081

    Zevanya ternganga. Sungguh tak pernah ia sangka pertanyaan ini akan keluar dari Jarreth tanpa dia memberitahukan Jarreth terlebih dahulu.Bagaimana bisa Jarreth mengetahui hal ini?“Da- darimana ka- kamu bisa berpikiran seperti itu?”Jarreth memandangi Zevanya dengan tatapan yang sangat dalam.“Beritahu aku, Ze. Aku perlu mengetahui ini!”“Kamu yang kasih tau aku dulu. Kenapa kamu bisa berpikiran seperti itu?”Jarreth tidak mau menjelaskan. Tapi dia ingin Zevanya jujur padanya lebih dulu. Karena itu dia menggunakan alasan mimpinya.“Aku bermimpi. Setiap tahun mimpi itu datang. Anak yang sama, tapi anehnya anak itu tumbuh setiap kali ia datang. Awalnya ia datang sebagai bayi, lalu bayi yang sudah merangkak, lalu berjalan. Sekarang, anak itu sudah sebesar Zara dan Zosia.”Zevanya lebih terperangah lagi. Apa mungkin kontak batin ayah anak bisa memberikan efek mimpi seperti itu?“Itu hanya bunga tidurmu, Jarreth! Jangan mengada-ngada,” tepis Zevanya sambil menatap ke arah lain, tidak mau m

  • Suami Lumpuh Mendua, Mantan Mengejar Kesempatan Kedua   #1 - 080

    Tepat saat itu, langkah Jarreth terhenti dan dia menoleh pada wanita muda yang saling berbisik-bisik itu.Tatapan tajamnya tertuju pada mereka. Menyadari Jarreth terlihat marah pada mereka, wantia itu pun diam dan mengarahkan langkah kaki mereka ke arah yang berlawanan dengan Jarreth.Helaan napasnya pun terdengar kesal dan geram.“Ada apa sebenarnya dengan orang-orang ini? Padahal mereka tidak mengenalmu!”Zevanya hanya bisa meredakan kekesalan Jarreth dengan mengelus lengannya.“Biarkan saja ...” ujarnya. Tapi kata-katanya tertindih suara Zara yang ikut geram.“Iya, Paman. Dari tadi di sekolah juga begitu. Seperti mami-mami parlente di sekolah itu! mereka juga mengatai mami berasal dari selokan kotor dan bau.”Zevanya terang saja terkejut. Dia berjengit lalu langsung menutup mulut Zara dengan tangannya.“Apa yang kamu katakan? Tidak ada yang seperti itu, Zara.”Tapi Jarreth sudah mendengar semuanya. “Kurang ajar sekali mereka. Dari selokan kotor dan bau? Berani sekali mereka mengata

  • Suami Lumpuh Mendua, Mantan Mengejar Kesempatan Kedua   #1 - 079

    Ternyata itu Jarreth.“Jarreth! Ternyata kamu. Sorry, aku nggak melihatmu.”Jarreth tersenyum kecil. “It’s okay. Aku juga yang salah, niat diam-diam mendekati. Mau mengagetkan. Eh, keburu kamu menoleh duluan.”Zevanya tersenyum namun Jarreth bisa melihat betapa hambar senyum itu.“Ada apa, Ze? Kenapa?”Zevanya baru sadar telah menunjukkan kemuramannya. Dia pun mengubah mimik wajahnya dan menggeleng.“Nggak kok. Aku rencana mengajak mereka pulang. Biar bolos saja sekolah hari ini.”“Kenapa?” tanya Jarreth bingung. Lalu ia teringat. “Apa mami-mami itu lagi?”Dengan pasrah, Zevanya mengangguk.“Apa lagi yang mereka katakan kali ini?”Zevanya tak enak jika harus mengadu pada Jarreth sehingga dia pun hanya menggeleng. “Biasalah, seperti biasa. Hanya saja aku sedang malas mendengar seperti itu.”“Ya, sudahlah kalau begitu. Ayo kuantar pulang.”Seperti biasanya, Zara dan Zosia kegirangan karena pulang menaiki mobil Paman Jarreth.Mereka bernyanyi girang, bahkan menyetel lagu-lagu anak di lay

  • Suami Lumpuh Mendua, Mantan Mengejar Kesempatan Kedua   #1 - 078

    Gina memandangi ponselnya. Dia terbelalak melihat video bantahan Morgan.Sudah satu bulan terakhir dia mengikuti kasus Morgan. Mulai dari persidangan cerai dengan Zevanya sampai saling bantah-membantah di video.Awalnya dia hanya mengikuti demi mendapatkan hiburan. Dia melihat Zevanya memiliki dua anak kembar yang menggemaskan. Di benaknya timbul pertanyaan, bagaimana bisa anak-anak itu lahir dari benih Morgan yang begitu menjijikkan.Tapi lalu, dia berpikir sungguh Zevanya sangat beruntung masih bisa mendapatkan anak kembar selucu Zara dan Zosia.Namun semua itu tak serta merta membuatnya merasa menjadi bibi yang beruntung memiliki keponakan seperti Zara dan Zosia.Gina hanya mengikuti perkembangan berita mereka dalam diam.Tapi kali ini apa yang dikatakan Morgan benar-benar membuatnya terkejut.Memang dia masih ingat saat dulu dia menemukan testpeck di kamar Zevanya lalu mengadukannya pada ayah mereka.Jelas, ayah mereka marah besar dan mencaci maki Zevanya. Lalu ayah mereka mencari

  • Suami Lumpuh Mendua, Mantan Mengejar Kesempatan Kedua   #1 - 039

    Zevanya membuka pesan itu dengan hati bertanya-tanya dan ... berdebar.Kenapa Jarreth mengirim pesan malam begini?Jarreth: [Hai, Ze. Sudah tidur?]Hmm … pesan yang sepertinya mencari keakraban, pikir Zevanya.Dia pun membalas dengan cepat.Zevanya: [Belum. Tumben kirim pesan. Ada apa?]Jarreth : [T

  • Suami Lumpuh Mendua, Mantan Mengejar Kesempatan Kedua   Chapter I - 006

    Morgan marah besar akibat kata-kata Zevanya itu. Tapi cukup aneh dia tidak membalasnya. Dia hanya memelototi Zevanya seakan tatapan mematikan itu akan mampu menghancurkan seluruh sel tubuh istrinya.Malam itu, saat Morgan tidur lelap seperti biasanya, Zevanya tidak bisa tidur. Dia sungguh-sungguh ta

  • Suami Lumpuh Mendua, Mantan Mengejar Kesempatan Kedua   Chapter I - 005

    Zevanya mematung.Genggaman tangannya di kursi roda Morgan semakin erat seiring suara itu semakin menguasi isi pikirannya.Suara itu semakin kuat berlomba dengan degup jantungnya yang semakin intens.Ketika dia hampir saja melakukan perintah gila yang ada di isi kepalanya itu, ponselnya tiba-tiba b

  • Suami Lumpuh Mendua, Mantan Mengejar Kesempatan Kedua   Chapter I - 004

    Zevanya sendiri tidak mengerti apa yang dia harapkan dari ibu mertuanya itu.Kenapa dia mengatakannya pada ibunya Morgan?Sudah tentu Nyonya Soraya marah besar.“Menantu kurang ajar! Menantu kurang bersyukur! Apa kau pikir kau wanita yang sempurna sedangkan putraku yang sekarang lumpuh sudah tidak

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status