“Paman ... cheerssss ...!”Zara mengangkat gelas jus nya dan mengarahkan pada Jarreth.Jarreth pun merespon dengan mengangkat gelas air mineralnya dan mendentingkannya dengan gelas Zara.Di saat seperti itu, Zosia ikut mengangkat gelasnya dan mendenting pada gelas yang lain.“Ayo, mami!”Kini Zevanya yang diajak bergabung.Saat Zevanya mengangkat gelasnya, tiba-tiba saja ada yang menghampiri.Suasana tiba-tiba menjadi sunyi sejenak, terutama saat kursi roda Morgan datang mendekat dan berhenti tepat satu meter di dekat Zosia.“Papi!” seru Zosia tiba-tiba sambil menurunkan gelasnya dan datang mendekat, ingin memeluk.Tapi Morgan tidak bereaksi. Dia seperti tidak melihat Zosia.“Wah, wah, wah ... ada pesta yang romantis ternyata di sini ...,” ujarnya tak memedulikan Zosia.Zevanya melihat Zosia diacuhkan, dia pun menarik Zosia untuk duduk di pangkuannya.“Papi, papi sama siapa?” Kali ini Zara yang bertanya.Sungguh mereka adalah anak-anak yang sangat baik, juga polos.Tapi lagi-lagi, Morg
Magbasa pa