Zevanya tak pernah menyangka jika kata-kata yang keluar dari Jarreth akan menyalahkannya seperti ini.Sorot matanya pun menampilkan luka mendalam ketika ia mendengar Jarreth mempertanyakan kenapa tidak menjaga Baby Jerome untuknya.Ia adalah ibunya. Ia mengandung Jerome selama enam bulan. Lalu ia kehilangan bayinya sebelum waktu yang diperkirakan.Apakah ia tidak merasakan sakit yang menyayat? Dari antara semua orang, ia lah yang merasa paling kehilangan.Dan dia tak pernah menginginkan hal seperti itu terjadi.Lalu kalimat itu dengan begitu tega meluncur dari bibir Jarreth, pria yang selama ini telah menopangnya, menjadi tempatnya bersandar hingga ia tidak hancur diterpa hinaan dan fitnahan Morgan.Ini sunggguh mengecewakan.Rasa sakit yang menyayat pun tersorot dari pancaran matanya yang menelusup ke dalam tatapan mata Jarreth.Seketika pria itu menyadari ia telah mempersalahkan Zevanya.“Ma- maafkan aku, Ze. Bukan itu maksudku.”Jarreth terbata dan ikut merasa hancur saat menatap k
Leer más