Benar kata Fara. Putra mereka, Sefan, terlihat begitu semangat dan bahagia masuk ke TK swasta pilihan sang mama. Langkah-langkah kecil bocah itu tampak riang saat melintasi gerbang sekolah berpagar mera tersebut, menyapa guru-guru dengan senyum mengembang tanpa raut cemas sedikit pun. "Tuh kan, anaknya senang," ujar Fara sambil menyenggol lengan Sean yang berdiri tegak di sampingnya, mengamati sang putra dari kejauhan. "Iya," jawab Sean lesu. Pria itu masih menyisakan sedikit rasa gondok di hatinya, walau matanya tak bisa berbohong melihat binar bahagia di wajah Sefan. "Anak itu diajarin mandiri sejak dini, Mas. Terus biar enggak pilih-pilih teman, biar enggak pilih-pilih kalangan genggong. Enggak kayak kamu, semua pilih-pilih. Dulu aja kalau enggak gara-gara aku ngidam sayur asam terus kamu nyoba dan suka, sampai sekarang paling makanannya tetap western food. Enggak bakalan tuh nyentuh makanan lokal," cerocos Fara menohok, membongkar masa lalu suaminya yang terkadang terlalu kaku
Read more