Seorang pria. Berjalan dengan tenang. Tidak terburu-buru. Tidak panik.Namun jelas, mengikutinya.Darah Megan langsung berdesir dingin, panik. Sial! Apakah ia ketahuan?Tanpa pikir panjang, ia berbalik dan mempercepat langkahnya. Dari cepat… menjadi lari.Sepatu botnya menghantam aspal kasar, nafasnya mulai memburu. Ia berbelok tajam, melewati tumpukan peti kayu, menembus jalur sempit yang hanya ia hafal.Namun... Langkah kaki di belakangnya masih terdengar.Dekat.Terlalu dekat.“Berhenti.”Suara itu terdengar dingin. Tegas. Memerintah.Megan tidak menggubris, ia justru berlari lebih cepat.Adrenalin menguasai tubuhnya, pikirannya hanya satu, kabur.Ia melompat melewati pagar rendah, hampir terpeleset, namun tetap berdiri. Jantungnya seperti ingin meledak saat ia berusaha mencapai jalan utama, namun tiba-tiba...Sebuah tangan mencengkram lengannya.Kuat.Tak terhindarkan.Megan tersentak keras, tubuhnya terhuyung sebelum akhirnya ditarik mundur. Ia mencoba meronta, memukul, bahkan m
Last Updated : 2026-04-12 Read more