Falling for the Mafia’s Embrace

Falling for the Mafia’s Embrace

last update最後更新 : 2026-04-12
作者:  SILAN連載中
語言: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
評分不足
7章節
3閱讀量
閱讀
加入書架

分享:  

檢舉
作品概覽
目錄
掃碼在 APP 閱讀

故事簡介

Action

Dewasa

Dark Romance

Posesif

Mafia

Budaya Barat

[Mature 18+] Megan hanyalah seorang pencopet jalanan yang hidup dari keramaian pelabuhan, hingga satu kesalahan kecil menyeretnya ke dunia yang jauh lebih gelap. Semuanya berubah saat ia mencuri dari orang yang salah. Daniel. Pria misterius dengan wajah sempurna dan aura mematikan. Alih-alih menyerahkannya ke polisi, Daniel justru menculik Megan… dan memaksanya bekerja untuknya. Dengan ancaman yang menghantui, nyawa adiknya, Megan tidak punya pilihan selain menuruti setiap perintah. Dari pesta mewah hingga misi berbahaya, Megan dipaksa menggunakan keahliannya untuk mencuri di level yang tak pernah ia bayangkan. Namun semakin dalam ia terlibat, semakin jelas bahwa Daniel bukan sekadar pria kaya dengan obsesi kontrol. Ia adalah bagian dari dunia penuh kekerasan, rahasia, dan permainan berbahaya. Di antara ancaman, kebohongan, dan ketertarikan yang tak masuk akal, Megan terjebak dalam dilema, melawan Daniel dan kehilangan segalanya… atau bertahan di sisinya dan perlahan kehilangan dirinya sendiri. Namun satu hal pasti, di dunia Daniel, tidak ada yang benar-benar kebetulan. Dan Megan mungkin bukan sekadar pion… hingga sebuah pertanyaan muncul... Bagaimana ia bisa terbebas dari kendali seorang Daniel Xaviero jika perlahan perasaannya mulai terasa berbeda untuk pria itu?

查看更多

第 1 章

Bab 1. Saat Pilihan Tidak Lagi Ada

“Aku tidak punya uang.”

Kalimat itu meluncur lirih dari bibir Megan, nyaris tak terdengar.

“Tapi adikmu butuh penanganan khusus, Megan,” kata Diana cemas, berusaha tetap terdengar tegar. “Kita tidak bisa menunda lagi. Kalau terlambat… kau bisa kehilangan Adrian.”

Megan terdiam. Tangannya mengepal erat hingga kuku-kukunya menekan telapak. Dadanya terasa sesak, seolah dunia runtuh tepat di hadapannya. Ia tidak memiliki apa-apa, bahkan satu dolar pun tidak. Lalu dari mana ia harus mendapatkan uang untuk pengobatan adiknya yang kini terbaring tak sadarkan diri di ranjang rumah sakit?

Ia memejamkan mata, menarik nafas berat. “Berapa… berapa uang yang dibutuhkan?”

“Sepuluh ribu dolar,” jawab Diana pelan.

Angka itu menghantamnya seperti palu. Sepuluh ribu. Jumlah yang bahkan tak berani ia bayangkan saat ini untuk ia dapat dalam waktu singkat.

Megan terdiam lama, sebelum akhirnya membuka mata dengan tekad yang dipaksakan. “Aku akan mengusahakan uang itu. Tolong jaga Adrian untukku.”

Diana mengangguk, matanya berkaca-kaca merasa prihatin. “Aku hanya bisa melakukan itu, Megan.”

“Tak apa,” sahut Megan lirih. “Aku akan mencari uangnya. Apapun caranya.”

Pukul sebelas malam, Megan berjalan menyusuri jalanan Barcelona tanpa arah. Lampu-lampu kota berkilau dingin, tak memberi kehangatan sedikit pun. Beberapa jam sebelumnya ia dipecat. Apartemennya telah lama ia tinggalkan karena tak sanggup membayar sewa dua bulan terakhir. Kini ia hanya menumpang di rumah Diana, dan bahkan itu pun tak bisa ia lakukan terlalu lama.

Ia berhenti di tepi jalan, menatap aspal basah yang memantulkan cahaya lampu. Napasnya berat, seakan beban hidup menekan paru-parunya. Adrian… adiknya… koma akibat kecelakaan. Tanpa asuransi. Tanpa harapan selain uang yang tidak ia miliki.

“Dari mana aku bisa mendapatkan sepuluh ribu dolar?” bisiknya putus asa.

Dengan frustrasi, Megan mengacak rambutnya. Saat itulah seorang perempuan berdiri di sampingnya entah sejak kapan, menyalakan rokok dan menghisapnya dalam-dalam.

“Kau terlihat seperti membawa terlalu banyak masalah,” ujar perempuan itu santai, menghembuskan asap ke udara malam.

Megan menoleh sekilas, lalu kembali memalingkan wajah. Ia tak punya tenaga untuk berbasa-basi.

“Sedang butuh uang?” tanya gadis itu lagi, lebih tajam.

Kata uang membuat Megan refleks menoleh. Jantungnya berdegup lebih cepat, seolah gadis asing itu baru saja menyentuh isi kepalanya.

“Kau punya lowongan pekerjaan?” tanya Megan cepat, tanpa basa-basi.

Gadis itu tersenyum miring, lalu mengulurkan tangan. “Trix.”

Megan menjabatnya singkat. “Megan. Jadi… pekerjaan apa yang kau maksud?”

Senyum Trix melebar, mengandung sesuatu yang sulit ditebak. “Pekerjaan ini berisiko. Tapi hasilnya besar. Sangat besar. Dan cepat.”

Harapan kecil menyala di dada Megan, meski disertai rasa takut. Ia tak peduli lagi. Yang ia tahu, Adrian menunggunya.

“Apa pun itu,” ucap Megan mantap. “Aku akan melakukannya. Selama aku bisa mendapatkan uang dalam waktu singkat.”

Trix tertawa pelan, lalu mematikan rokoknya dengan ujung sepatu. “Bagus. Besok pagi datang ke pelabuhan. Di sana aku akan menjelaskan semuanya.”

Megan mengangguk, meski firasat asing menyelinap ke dalam dadanya. Namun untuk pertama kalinya malam itu, ia merasa memiliki secercah jalan keluar, meski gelap dan penuh resiko ia akan lalui asalkan adiknya bisa pulih kembali.

***

Pukul delapan pagi, Megan sudah berdiri di pelabuhan Port de Barcelona yang padat dan riuh. Suara koper diseret, teriakan petugas, dan deru kapal bercampur jadi satu. Tangannya mencengkeram tali tas, gelisah.

“Tepat waktu,” suara Trix muncul dari sampingnya.

Megan menoleh. Trix tidak sendiri, seorang perempuan lain berdiri di sisinya, menatap tajam sekeliling.

“Dengar,” ujar Trix rendah, “apa pun yang kau lihat nanti, kau di pihak kami. Jangan banyak tanya. Mengerti?”

Megan ragu sesaat… lalu mengangguk. “Mengerti.”

Mereka bergerak masuk ke kerumunan. Megan mengikuti dari belakang, berusaha tetap dekat di tengah desakan orang. Semuanya terlihat normal, hingga ia melihat tangan Trix bergerak.

Cepat. Halus. Tanpa suara.

Sebuah dompet sudah berpindah tangan.

Darah Megan seakan berhenti mengalir.

Ini… mencopet?

Sebelum ia sempat bereaksi, perempuan di samping Trix menyelipkan dompet itu ke dalam tasnya.

“Pergi,” bisiknya tajam.

Tubuh Megan menegang. “Aku—”

“Sekarang.”

Tanpa sadar, kakinya bergerak. Ia berbalik dan berjalan cepat, lalu semakin cepat, menyusup di antara kerumunan dengan nafas memburu.

Jantungnya berdegup liar.

Ia tidak hanya membawa dompet curian, tapi juga ketakutan, rasa bersalah, dan satu kenyataan pahit:

demi Adrian… ia baru saja melewati batas yang tak akan bisa ia tarik kembali.

展開
下一章
下載

最新章節

更多章節

致讀者

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

暫無評論。
7 章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status