LOGIN[Mature 18+] Megan hanyalah seorang pencopet jalanan yang hidup dari keramaian pelabuhan, hingga satu kesalahan kecil menyeretnya ke dunia yang jauh lebih gelap. Semuanya berubah saat ia mencuri dari orang yang salah. Daniel. Pria misterius dengan wajah sempurna dan aura mematikan. Alih-alih menyerahkannya ke polisi, Daniel justru menculik Megan… dan memaksanya bekerja untuknya. Dengan ancaman yang menghantui, nyawa adiknya, Megan tidak punya pilihan selain menuruti setiap perintah. Dari pesta mewah hingga misi berbahaya, Megan dipaksa menggunakan keahliannya untuk mencuri di level yang tak pernah ia bayangkan. Namun semakin dalam ia terlibat, semakin jelas bahwa Daniel bukan sekadar pria kaya dengan obsesi kontrol. Ia adalah bagian dari dunia penuh kekerasan, rahasia, dan permainan berbahaya. Di antara ancaman, kebohongan, dan ketertarikan yang tak masuk akal, Megan terjebak dalam dilema, melawan Daniel dan kehilangan segalanya… atau bertahan di sisinya dan perlahan kehilangan dirinya sendiri. Namun satu hal pasti, di dunia Daniel, tidak ada yang benar-benar kebetulan. Dan Megan mungkin bukan sekadar pion… hingga sebuah pertanyaan muncul... Bagaimana ia bisa terbebas dari kendali seorang Daniel Xaviero jika perlahan perasaannya mulai terasa berbeda untuk pria itu?
View MoreSesuai dugaan Daniel, tiga hari kemudian konferensi pers besar digelar di salah satu hotel ternama di Barcelona. Puluhan wartawan memenuhi ruangan, kamera dan mikrofon mengarah ke panggung tempat Andrew Bosch berdiri dengan setelan hitam yang sempurna. Senyum percaya diri terukir di wajahnya, seolah ia telah memenangkan pertaruhan terbesar dalam hidupnya.Sejak pagi, berita tentang Andrew telah memenuhi berbagai media. Judul-judul besar bermunculan di semua kanal, mengguncang publik yang masih berguncang akibat skandal keluarga Bosch."Andrew Bosch Resmi Menjadi Pewaris Kekayaan Cornelius!""Stempel Keluarga Cornelius Ditemukan, Kekayaan Lama Segera Berpindah Tangan!"Kabar tersebut semakin besar setelah sebelumnya keluarga Bosch diterpa kekacauan akibat kecurangan dunia bisnis dan juga kematian Niel Bosch. Di tengah kehancuran yang hampir membuat nama keluarga itu kehilangan pengaruh, muncul satu kesempatan yang seolah dikirim untuk menyelamatkan mereka.Stempel keluarga Cornelius.B
Megan menatap Andrew dari balik kaca mobil. Pria itu masih berdiri dengan tenang di tengah jalan, pistol terselip di tangannya, seolah kedatangannya malam ini hanya untuk mengambil sesuatu yang sudah menjadi miliknya.Daniel yang terluka berusaha menahan Megan. "Jangan keluar."Namun Megan justru membuka pintu mobil."Megan."Ia turun perlahan, lalu menutup pintu di belakangnya. Tatapannya tidak lagi menunjukkan ketakutan. Meski tubuhnya masih lelah dan napasnya belum sepenuhnya stabil, ia berdiri tegak beberapa langkah di depan Andrew.Andrew mengangkat alis, kemudian tersenyum miring. "Kau ternyata lebih berani dari yang kukira."Megan mengepalkan kedua tangannya. "Aku tidak akan menyerah."Andrew terkekeh. "Kau yakin?""Aku sudah kehilangan terlalu banyak hal dalam hidupku. Aku tidak akan membiarkanmu mengambil sesuatu lagi dariku."Tatapan Andrew berubah tajam."Kalau begitu, jangan salahkan aku."Andrew maju lebih dulu.Megan berhasil menghindari pukulan pertamanya, lalu membalas
Malam semakin larut ketika Daniel akhirnya berdiri dari sofa. Beberapa urusan sudah ia selesaikan, dan kini tinggal menunggu waktu sampai semua yang telah dipersiapkannya benar-benar berguna.Megan yang sejak tadi duduk memperhatikannya langsung mengangkat wajah. "Kita mau ke mana?"Daniel mengambil jaket hitam yang tersampir di kursi, lalu mengenakannya dengan tenang. "Ada sesuatu yang ingin kutunjukkan padamu.""Apa?"Daniel tidak langsung menjawab. Ia hanya memasukkan cincin ruby itu ke dalam saku dalam jasnya."Sesuatu yang mungkin akan membuatmu tercengang," ucapnya dengan nada setengah bercanda.Megan berdecak, tetapi tetap mengikuti langkah pria itu. "Apa itu berkaitan dengan stempel keluargaku?""Kau pintar menebak."Megan segera berdiri. "Selama bertahun-tahun benda itu disembunyikan. Tidak banyak orang yang tahu keberadaannya, dan kau mengetahuinya? Kalau begitu, kenapa baru sekarang kau memberitahuku?""Karena aku ingin memberitahumu."Daniel berjalan melewatinya menuju pin
Di dalam ruangan yang menghadap ke arah jendela besar, Daniel berdiri. Cahaya bulan malam masuk melalui kaca, menerangi sosoknya yang tegap dan diam. Di tangannya, sebuah cincin tengah ia pegang, cincin yang sama, yang pernah Daniel perintahkan pada Megan untuk mencurinya dari seseorang.Benda kecil itu tampak sederhana di bawah cahaya. Sebuah cincin dengan batu ruby merah tua yang tidak terlalu berkilau, tidak terlalu mencolok. Siapa pun yang melihatnya akan menganggapnya sebagai perhiasan murahan yang tidak bernilai.Tapi Daniel tahu lebih baik.Saat membayangkan sesuatu, mendadak seringai menghiasi bibir Daniel. Senyum yang penuh makna, senyum yang menunjukkan bahwa ia mengetahui sesuatu yang tidak diketahui orang lain."Tidak akan lama lagi, " gumamnya pelan, suaranya nyaris menghilang di antara desiran angin malam.Ia menggenggam cincin itu lebih erat. Mau seperti apa pun, ia tidak boleh kehilangan benda ini. Cincin itu terlihat bukan seperti benda yang mahal, namun sesuatu yang
Semalaman, Megan tidak benar-benar tidur. Ia hanya memejamkan mata… tanpa pernah benar-benar beristirahat.Langit di luar jendela perlahan berubah dari hitam pekat, menjadi abu-abu muram, lalu disusupi cahaya pagi yang dingin. Namun di dalam kepalanya… semuanya tetap gelap.Daniel.Nama itu berputa
Dengan sorot mata tajam penuh perlawanan, Megan menatap Daniel.“Lepaskan,” desisnya dingin.Senyum tipis terangkat di bibir Daniel, bukan karena patuh, tapi karena tertarik. Ia berjongkok santai, membuka ikatan di kaki Megan satu per satu.“Aku akan melepaskanmu,” ucapnya ringan, “tapi berjanjilah
Seorang pria. Berjalan dengan tenang. Tidak terburu-buru. Tidak panik.Namun jelas, mengikutinya.Darah Megan langsung berdesir dingin, panik. Sial! Apakah ia ketahuan?Tanpa pikir panjang, ia berbalik dan mempercepat langkahnya. Dari cepat… menjadi lari.Sepatu botnya menghantam aspal kasar, nafa
Kata-kata pria itu terus berputar di kepala Megan.Bekerja denganku.Bukan ancaman biasa. Bukan pula sekadar tawaran. Ada sesuatu di balik nada suaranya, sesuatu yang membuat bulu kuduk Megan berdiri.Kenapa dia tidak melaporkannya?Kenapa justru… menginginkannya?Siapa sebenarnya pria itu?“Megan.






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews