Fajar menyingsing dengan warna merah darah di langit timur. Di sisi belakang benteng, tim penyusup masih menunggu dalam keheningan. Xiao Fan berdiri di balik sebuah batu besar ketika matanya terus menatap ke arah Benteng Pasir Hitam yang kini mulai terlihat jelas dalam cahaya fajar. Di sampingnya, Xuan'er, Lei, Mo Cheng, dan Wei Lian juga menunggu."Meriamnya belum berbunyi," bisik Mo Cheng. "Jenderal Wei Zheng mungkin masih memobilisasi pasukan.""Ia akan segera menyerang," jawab Xiao Fan. "Kita hanya perlu bersabar sedikit lagi."Dan kemudian, suara itu datang.BOOM!Suara ledakan yang memekakkan telinga mengguncang seluruh lembah. Tanah di bawah kaki mereka bergetar. Burung-burung beterbangan dari sarang mereka. Dan di kejauhan, di sisi depan benteng, terlihat bola api raksasa berwarna merah menyala melesat ke arah pasukan Tianyu."Itu meriam spiritual!" seru Xuan'er. "Jenderal Wei Zheng sudah mulai menyerang!"Xiao Fan mengangkat tangannya. "Bersiap! Kita berg
Read more