Tiga hari telah berlalu sejak insiden di alun-alun. Xiao Fan masih terbaring di ranjangnya, wajahnya masih pucat. Luka-luka luar di sudut bibir dan pelipisnya sudah mulai mengering, tapi napasnya masih tersengal.Di sisinya, Xuan'er duduk di kursi kayu di samping ranjangnya. Kursi itu sudah menjadi rumah keduanya selama tiga hari terakhir. Ia hanya meninggalkannya untuk ke kamar kecil atau mengambil air segar untuk kompres."Kakak Xiao Fan," bisiknya sambil meremas kain basah di baskom, lalu meletakkannya di dahi Xiao Fan. "Ini sudah hari ketiga. Kata Tabib Liu, kau seharusnya sudah bangun sekarang."Xiao Fan tidak menjawab."Kau pasti sangat lelah," lanjut Xuan'er, suaranya lebih pelan. "Aku mengerti. Istirahatlah lebih lama. Aku akan menunggumu di sini, terus menunggumu dan tak akan ke mana-mana."Ia mengganti kompres itu dengan yang baru, tangannya bergerak dengan lembut, seolah-olah satu sentuhan kasar bisa menghancurkan apa yang tersisa dari pemuda itu.Lalu pintu terbuka.Xuan'e
Last Updated : 2026-05-09 Read more