Angin malam terasa begitu dingin, bahkan dinginnya terasa menusuk ke tulang. Suhu pendingin ruangan pun sudah di derajat paling rendah, namun tak dapat mendinginkan suasana di kamar itu.Tamara duduk bersandar dengan kedua tangan terikat di satu sudut tempat tidur, keadaannya? Jangan ditanya lagi, dia begitu berantakan." Hagh... Hagh... Cukup, Noah. Kumohon. " rengek gadis itu agar suaminya menghentikan aksi gila lainnya.Kali ini bukan cambuk yang menyentuh kulitnya, benda yang lebih parah yang tidak bukan bibir pria itu sendiri.Senyumnya terukir jelas, dia merasa puas melihat istrinya yang memohon. " Kau lebih suka yang ini bukan? " tanyanya dengan sengaja, menyentuh kembali bagian sensitif istrinya.Tamara mengigit bibirnya, menahan suara yang keluar dari mulutnya atau Noah akan melanjutkan aksi gilanya. Dia masih cukup bersyukur, pria itu tidak menidurinya. Namun, menyentuh seluruh bagian tubuhnya ini lebih menyiksa.
Read More