Siera tertegun dan baru saat itulah ia memahami maksud Dior. Pelayan tersebut meletakkan kedua piring kecil itu di atas meja rendah di depan mereka sebelum membungkukkan badan sekali lagi dan pergi melayani tamu lainnya.Siera menatap dua potong kue itu bergantian. Kemudian ia perlahan menoleh kepada Dior."Yang Mulia..." Senyum kecil menghiasi wajahnya. "Terima kasih."Dior hanya menatapnya sekilas."Ya." jawabnya singkat. "Makanlah dengan santai."Siera mengangguk pelan. Ia mengambil garpu kecil, lalu mulai mencicipi kue rasa persik yang memang sejak tadi ia inginkan. Beberapa saat kemudian, tanpa sadar pandangannya kembali jatuh pada kue stroberi yang berada di depan Dior.Dior rupanya menyadari hal itu. Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, ia menggeser piring stroberinya beberapa sentimeter ke arah Siera. Gerakannya begitu alami, seolah tidak ada maksud khusus di baliknya.Siera menatap piring itu, lalu menatap Dior."Yang Mulia..."Dior tetap memandang ke arah panggung pelelangan.
Baca selengkapnya