Siera terdiam cukup lama. Pandangannya tidak pernah lepas dari wajah lelaki yang masih berlutut di hadapannya. Dregory bukan lelaki tua. Meski usianya telah melewati masa muda, wajahnya tetap terawat seperti bangsawan pada umumnya. Garis-garis tegas di wajahnya justru membuatnya terlihat semakin berwibawa.Selama bertahun-tahun, tak sedikit wanita bangsawan yang berusaha menarik perhatiannya, tetapi tak seorang pun pernah berhasil. Lelaki itu selalu tampak dingin, sulit didekati, seolah tidak memiliki ruang di dalam hidupnya untuk siapa pun. Namun kini, lelaki yang sama sedang berlutut di hadapan putrinya dengan mata yang dipenuhi penyesalan.Siera menundukkan kepala. Selama ini ia selalu menganggap ayahnya tidak pernah peduli kepadanya. Ia percaya semua yang terjadi adalah bukti bahwa dirinya memang tidak pernah diinginkan. Akan tetapi, setelah mendengar semua penjelasan itu, keyakinannya mulai goyah. Bagaimana jika selama ini bukan hanya Dregory yang salah? Bagaimana jika dirinya ju
Read more