Deg!Waktu seolah berhenti, menggantung di antara napas yang tertahan dan detak jantung yang memekakan telinga. Siera mengerjap pelan, seperti seseorang yang baru saja terbangun dari mimpi, namun tidak yakin apakah yang ia dengar barusan nyata atau hanya ilusi yang terlalu kejam.Perlahan, ia mengangkat wajahnya, menatap sang ayah yang berada begitu dekat dengannya. Tatapan itu mencari celah, sekecil apa pun tanda yang bisa membuktikan kecurigaannya, bahwa pria itu hanya salah bicara.Namun sekeras apa pun ia mencari, tanda itu tidak ada. Wajahnya tetap sama, datar, tegas, dan tidak tergoyahkan.Jari-jari Siera tanpa sadar mencengkeram pakaian ayahnya. Ingatannya berputar cepat tentang Erick yang ingin menyingkirkannya dari perburuan, tentang bisikan meremehkan dari para bangsawan, tentang tatapan yang merendahkan seolah ia tidak pantas berada di sana. Dan sekarang… bahkan dari ayahnya sendiri?Apakah ayahnya juga tidak in
Last Updated : 2026-05-03 Read more