Hari ini, Dongmei merasa ucapan Liwei kemarin seolah mengutuknya. Kebahagiannya karena mendapat pedang dari Tuan Xin menguap. Di hari ketiga dia hanya mendapatkan lima puluh wen saja. Sebenarnya lumayan, tapi masih jauh dari jumlah yang harus dikumpulkan. Di sampingnya, Tao Tao mengipasi diri dengan sebuah kipas lipat yang dipinjamnya dari sang tuan.“Panas sekali,” keluh Tao Tao. Ia menoleh, melirik tuannya lalu bertanya dengan nada dan ekspresi memelas, “Bagaimana jika kita pulang saja, Nona Muda?” rayunya, lembut.Dongmei terlihat tidak setuju, tapi melihat raut lelah di wajah Tao Tao membuatnya tidak tega. Dongmei akhirnya mengangguk, sudah berdiri dan bersiap pergi saat seorang pria paruh baya memanggilnya dengan suara keras. Pria itu berjalan tergopoh-gopoh, napasnya putus- putus karena lelah.“Nona Muda, tunggu sebentar!” teriaknya. Pria paruh baya itu mengenakan setelan pakaian mahal, dandanannya sangat rapi, hingga Dongmei yakin dia berasal dari keluarga terpandang. “Kau, pem
Terakhir Diperbarui : 2026-05-02 Baca selengkapnya