Apa raja sedang memujiku? Batin Dongmei. Ah, tidak mungkin, ralatnya cepat di dalam hati.Raja melirik sekilas ke arah putra mahkota yang masih tidak angkat bicara. Ia mencondongkan badannya sembari mengetuk-ngetukkan jari di atas meja. “Kau gagal, Meifeng.”Dongmei tidak menjawab. Namun, akhirnya dia mengangguk samar.“Kenapa kau bisa gagal?” tanya raja, satu alisnya diangkat naik. “Bukankah sebelumnya kau sangat percaya diri bisa memenangkan taruhan ini?”“Tidak ada alasan untuk kekalahanku, Yang Mulia,” jawab Dongmei tenang. “Kalah tetaplah kalah, aku tidak membutuhkan alasan untuk menarik simpati.”“Benar,” jawab raja sembari menggebrak meja pelan. “Kau benar.Aku menyukai jawabanmu,” sambungnya kembali tertawa senang.“Jadi, apa yang Anda inginkan dariku?” tanya Dongmei, membuat tawa raja lenyap.Raja terdiam lama, memasang pose berpikir. “Aku belum memikirkannya,” sahutnya. “Aku akan mengatakannya setelah tahu apa yang kuinginkan,” ucapnya. “Kenapa kau menatapku seperti itu?” t
Terakhir Diperbarui : 2026-05-03 Baca selengkapnya