"Ah, maaf, Paman malah curhat."Iris masih bergeming ketika melihat Dominic mengalihkan pandangan sambil tertawa kecil. Kesedihan yang sempat tercetak jelas di wajahnya, kini lenyap seolah tidak terjadi apa-apa. Sejenak dia bingung apakah harus diam atau menghibur. Iris tidak tahu keluarga seperti apa Montclair itu. "Tidak apa, Paman," jawab Iris kaku. Dia melirik Dominic sekilas, lalu kembali menatap foto dalam figura yang telah pecah. "Foto itu pasti berharga buat Paman. Aku minta maaf karena menjatuhkannya.""Ya, ini berharga. Mungkin satu-satunya, karena Paman tidak punya lagi foto mereka."Sekali lagi, Iris melihat senyum tipis di bibir Dominic yang membuat dadanya sedikit sesak. Dia merasa tidak nyaman dengan fakta, kalau dia baru saja menghancurkan benda berharga milik orang lain. Namun seolah tahu kegelisahan yang dirasakannya, Dominic kembali melanjutkan, "Jangan khawatir, figura ini memang sudah tua. Paman harus membeli yang baru. Sekalian merestorasi fotonya. Gambarnya
Read more