Iris melangkah tergesa-gesa keluar dari pemandian. Wajahnya bersunggut-sunggut. Dadanya terasa sesak dan panas. Rasa ingin melampiaskan kemarahannya begitu kuat, sampai-sampai dia tidak memerhatikan langkahnya. Hingga tubuhnya menabrak seseorang di depannya. Iris yang hilang keseimbangan, berusaha mengapai sesuatu sebagai pegangan. Namun alih-alih selamat, dia justru tetap jatuh. Pantatnya langsung mencium lantai dingin cukup keras, bersamaan dengan kertas-kertas entah apa yang ikut berhamburan dan menutupi wajahnya. "Sial," umpatnya setengah mengerang. Iris yang emosi menarik kertas yang menutupi wajahnya dan meremasnya. Sampai akhirnya dia bisa melihat siapa orang yang dia tabrak. Itu adalah Elliot. Pria yang beberapa hari ini tidak dilihatnya, sedang menatapnya dengan dingin. Bibir pria itu tampak menipis seperti menahan jengkel dan saat matanya melirik ke arah tangan Elliot, barulah Iris sadar, pria itu sedang memegang map. Selembar kertas yang tersisa di map itu melayang seb
Read more