Di postingan instagramnya, aku melihat Steve menemani perempuan itu melihat aurora, bahkan sampai menyewa satu pulau pribadi demi merayakan hari jadian mereka.Di berbagai tempat yang mustahil bisa kukunjungi, mereka berdua tertawa begitu bahagia.Leherku rasanya seperti dicekik, bahkan untuk bernapas saja terasa sesak.Hingga tengah malam, terdengar suara gerakan di depan pintu.Begitu masuk, Steve langsung mengerutkan kening.“Kok dingin sekali?”Meskipun komplek ini ada di pusat kota, tapi ini bangunan lama, sistem pemanasnya pun tidak begitu baik.Semua penyewa sudah pindah karena tidak tahan dingin, hanya aku yang bertahan karena dapat potongan uang sewa setengah tahun.Pintu kamar terbuka sedikit, aku tak bicara, hanya menghembuskan napas yang membentuk uap putih.Steve pergi ke kamar mengambil selimut, lalu tanpa permisi menyelimutiku.Suaranya terdengar kesal, “Jadi begini caramu menjaga diri saat aku nggak ada? Irene, bagaimana aku bisa tenang kalau kamu seperti ini?”Aku lan
Read more