LOGINAku sedang jual furnitur bekas di platform seken, tiba-tiba ada seorang perempuan kirim pesan untuk menawar harga, [Kak, harganya boleh agak kurang?] [Aku belum lulus kuliah, baru saja pindah dari asrama gara-gara berantem dengan teman sekamar. Pacarku yang mencarikan kontrakan untukku.] [Meskipun dia sangat kaya, bahkan bilang mau menikahiku setelah lulus, aku tetap nggak mau terlalu membebani dia.] [Boleh kurang empat puluh ribu, nggak? Nanti aku ambil sendiri ke sana!] Waktu masih kuliah dan pacaran dengan Steve, aku juga pernah rela mengayun sepeda umum selama dua jam hanya demi hemat sepuluh ribu. Meskipun sekarang aku hanya karyawan kantoran biasa, kondisiku lebih baik sedikit dibanding anak kuliah. Akhirnya, aku pun luluh dan menyetujuinya. Malam itu, dua orang muncul di depan gerbang komplek perumahanku. Si Perempuan dengan bangga berkata, “Aku hebat, ‘kan? Hanya keluar uang nggak sampai dua ratus ribu, tapi sudah dapat mesin cuci yang kondisinya masih 90% baru!” Si pria menyahut dengan nada memanjakan, “Iya… sayangku memang paling hebat.” “Tapi aku cari uang memang untuk membiayaimu, kamu nggak perlu sehemat itu.” “Suamimu ini direktur Grup Rosel, masa membiayai kamu saja nggak mampu? Sekali ini saja ya, lain kali jangan begini lagi.” Pria itu mendongak sambil tersenyum. Begitu mata kami bertemu, aku langsung mematung di tempat. Dia adalah Steve, pacarku yang pamitnya mau dinas keluar kota selama tiga bulan demi mendapat uang saku perjalanan dinas tiga kali lipat.
View More“Apa kamu bilang? Anak apa?”Steve terkejut.“Tentu saja kamu nggak akan tahu. Waktu itu kamu sedang menenangkan Kelly, bahkan menyuruhku jangan mengambek!”“Aku meneleponmu, memohon kamu untuk menyelamatkan anak kita, tapi kamu malah memilih Kelly!”“Steve, dengan kepercayaan diri seperti apa kamu masih berani memintaku memaafkanmu?”Melihat raut wajah tak percaya di wajahnya, entah kenapa ada rasa puas yang aneh di hatiku.“Aku nggak tahu… maaf, Irene. Aku benar-benar nggak tahu!”Sekalipun dia tahu, lalu kenapa emangnya?Sejak awal Steve memandang rendah diriku. Sekalipun aku mengandung anaknya, emangnya dia akan langsung memberitahuku identitasnya dan membawaku pulang ke Keluarga Rosel?Atau mungkin malah skenario yang lebih buruk, terus berpura-pura miskin dan membuatku menjadi orang bodoh seumur hidup?Melihat wajahnya yang pucat, aku mengucapkan kata demi kaca,“Steve, kamu sendiri yang memadamkan semua harapanku, membunuh anakku, memaksa ibuku hingga kehilangan nyawa. Hutangmu
Saat melihat Steve muncul di halaman kecil rumah Aldo, aku benar-benar membeku.Karena aku tak pernah memberitahunya alamat kampung halamanku secara detail, paling jauh hanya menyebut nama provinsi.Bisa dibayangkan, betapa besar usaha yang Steve lakukan untuk menemukanku.Begitu melihatku, mata Steve langsung berbinar.“Irene, akhirnya aku menemukanmu!”Dia melangkah maju dengan penuh emosi dan hendak memelukku.Namun detik berikutnya, sebuah tangan menghalanginya.Aldo berdiri di depan untuk melindungiku.“Ini rumahku, silakan pergi.”Steve langsung merasa terancam, sorot matanya menajam.“Kamu siapa? Irene itu pacarku! Apa hakmu ikut campur?”Aku tertawa sinis dan menjawab, “Steve, sudah nggak ada kemungkinan di antara kita.”Melihat aku mau berbicara dengannya, Steve seperti mendapat harapan. Dia buru-buru menjelaskan, “Bukan begitu, Irene. Bukan seperti yang kamu pikirkan. Aku sama sekali nggak mencintai Kelly! Semua itu kulakukan demi kamu.”Di bawah tatapanku yang penuh ejekan
Aku duduk di pantai, memandangi lautan biru di kejauhan, tapi hatiku terasa sangat kosong.Aldo berjalan mendekat dan menyerahkan segelas jus padaku.“Lagi mikirin apa?”Suaranya lembut. Aku menoleh dan tersenyum, sambil menerimanya.Aldo itu teman masa kecilku. Waktu itu, ayahku belum meninggal dan keluargaku juga belum terlilit hutang.Kami melewati masa kanak-kanak yang menyenangkan bersama, tapi tak lama kemudian, dia pindah keluar negeri.Yang kuingat tentang dirinya hanyalah kenangan saat SD, setelah itu sudah tidak ada lagi.Saat melompat dari lantai tiga rumah sakit, untungnya aku tidak mati.Dengan kaki patah, aku berjalan selangkah demi selangkah, hingga akhirnya pingsan di pinggir jalan karena rasa sakit. Dialah yang membawaku pulang.Aku tak menyangka, di dunia ini bisa ada kebetulan seperti itu. Di saat paling putus asa, justru dia yang datang menyelamatkanku.Aldo tak pernah memaksaku menceritakan apa yang kualami. Dia hanya tahu bahwa aku tak ingin terlalu lama berada d
Saat ini, Steve seperti kehilangan akal sehat.Seolah selama dia tak mengakuinya, maka yang mati bukanlah Irene dan masih ada kesempatan di antara mereka.Kelly tak menyangka Steve akan memperlakukannya seperti itu, demi Irene.Sekilas rasa tak puas melintas di matanya, tapi wajahnya tetap berpura-pura menyedihkan.“Maaf… Kak Steve, aku sudah tahu salah. Aku nggak akan mengatakan hal seperti itu lagi!”Asisten di sampingnya buru-buru menenangkan,“Pak Steve, kita tunggu hasil penyelidikan polisi dulu. Siapa tahu nggak terjadi sesuatu pada Nona Irene?”Steve perlahan mendapatkan kembali kewarasannya dan melepaskan cekikannya pada Kelly.Namun di dalam hati, Steve tahu kemungkinan besar sudah terjadi sesuatu pada Irene.Steve memegangi dadanya, tiba-tiba terasa nyeri yang kuat.Detik berikutnya, tanpa aba-aba, dia langsung pingsan.Saat Steve sadar kembali, dia sudah terbaring di rumah Keluarga Rosel.Kakek Steve melihatnya bangun dan mendengus dingin, “Hanya karena seorang perempuan sa












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.