"E-eh? I-ini... saya mau berdiri, Pak! Tapi tangan Bapak meluk pinggang saya kenceng banget!" cicit Bianca dengan suara bergetar, ceplas-ceplos menyalahkan tangan Damian yang masih mengunci tubuhnya. ‘Gimana mau berdiri kalau 'aset' Pak Damian di bawah sana juga kayak nahan gue buat tetep di sini!’ gumamnya frustrasi dalam hati. Damian tidak menjawab. Pria itu melepaskan pelukannya di pinggang Bianca dengan gerakan santai, lalu bersedekap di depan dada bidangnya, membiarkan Bianca bebas untuk bergerak. Namun, matanya tetap mengunci wajah merah padam sang desainer. ”Berdiri," perintah Damian, suaranya dingin tanpa ekspresi, seolah-olah miliknya di bawah sana tidak sedang ‘meronta-ronta’ menuntut perhatian akibat ulah ceroboh Bianca. Gadis itu segera berdiri, melompat mundur satu langkah dengan gerakan secepat kilat. Namun, bukannya langsung membalikkan badan dan menyelamatkan dirinya, sepasang mata cokelat Bianca secara refleks malah bergerak turun. Pandangannya meluncur beba
آخر تحديث : 2026-05-21 اقرأ المزيد