"Sudah selesai urusan pakaianmu?" suara Damian rendah, datar, langsung menusuk pendengaran. "E-eh, udah, Pak! Udah aman terkendali, rapi, dan terkancing rapat!" jawab Bianca sambil menepuk dada kemejanya. Damian menatap datar ke layar laptop Bianca yang masih menampilkan menu utama, lalu beralih ke tablet grafis yang masih kosong tanpa coretan sketsa anting yang ia minta tadi. "Kenapa belum mulai?" tanya Damian, menuntut penjelasan. "Ini baru mau buka aplikasi desainnya, Pak. Tadi kan saya masih masang peniti membetulkan pakaian. Belum lagi otak saya masih loading mikirin konsep anting yang pas buat set 'Eternal Solace' ini. Saya kan butuh inspirasi yang mendalam, Pak, gak bisa langsung ‘clink’ jadi gitu aja kayak pake sihir," cerocos Bianca panjang lebar, tangannya bergerak heboh memperagakan gerakan sulap di udara. Damian menumpukan satu tangannya di tepi meja Bianca, menundukkan tubuhnya sedikit hingga wajah mereka sejajar. "Satu jam yang lalu saya sudah memperingatkanmu
Read more