"A-apa maksudnya segera, Damian?!" cicit Bianca pelan, matanya membelalak sempurna menatap Damian yang tampak santai menyesap cangkir kopi tanpa beban. “Memberi mereka cucu..” ucap Damian singkat dan jelas. Wajah Bianca semakin merona, hingga ke belakang telinga. Pertanyaan mendadak tentang cucu dari Nicholas saja sudah cukup membuat jantungnya berdebar gak karuan, ditambah lagi jawaban singkat Damian. Nicholas tertawa, tampak sangat puas dengan ketegasan putra sulungnya. "Bagus. Papa suka jawaban tegasmu, Damian." "Tentu saja, Pa. Damian tidak pernah main-main kalau bicara tentang komitmen," timpal Vivienne dengan senyuman hangat yang menggoda. "Mama sangat menantikan momen itu, Bianca. Tapi tetap jaga kesehatanmu, ya?" "I-iya, Mama... Terima kasih," sahut Bianca tergagap, berusaha tersenyum meski hatinya sudah menjerit gelisah. 'MAMUS GUE! Segera kata dia?! Memberi cuc
Read more