Bianca membuka matanya perlahan, melihat tatapan penuh cinta dan gairah yang dominan dari Suami Spek Dewanya. Ia tersenyum sangat manis, menyusupkan jari tangannya di antara helai rambut rapi Damian. "Aku mencintaimu, Damian," bisik Bianca tulus dari relung hatinya yang paling dalam. Damian bergeming sejenak mendengarkan pengakuan tulus dari istri kecilnya. Tatapan matanya melunak seketika, mengeluarkan kehangatan dan cinta yang sangat dalam. "Kamu milikku, Bianca," pangkas Damian kaku dan mutlak. Pria itu merendahkan wajahnya, menyambar bibir ranum Bianca dalam satu ciuman yang sangat dalam, panas, dan penuh penguasaan. Lidahnya menerobos masuk memagut kehangatan mulut Bianca, menelan setiap desahan lembut yang keluar dari tenggorokan istrinya. “Sshhh.. Mmpphh!” "Mmmhh! Da-Damian..." rintih Bianca di sela tautan bibir mereka, dadanya naik turun terengah-engah. Tangan Damian merayap turun, melucuti underwear tipis yang menghalanginya. Pusaka premiumnya yang sudah m
Read more