Bianca membelalak kaget. "Astaga, Damian! Kamu serius mau mengurungku di kamar?! Aku bisa bosan setengah mati lho! Sketsa perhiasan aku untuk koleksi musim depan aja belum selesai semua!""Pekerjaan dibatalkan," pangkas Damian kaku, tanpa celah negosiasi."Gak bisa gitu dong, Pak Bos!" protes Bianca, beralih duduk tegak dengan gerakan sedikit terburu-buru. "Pameran kemarin kan sukses besar, nama aku lagi melambung sebagai desainer utama! Kalau aku mendadak vakum tanpa kejelasan, nanti klien-klien perusahaan pada kabur!"Gerakan mendadak Bianca membuat alis tebal Damian menyatu rapat. Tangan tegapnya langsung menahan kedua bahu Bianca, mendudukkan istrinya kembali dengan sangat pelan namun tegas."Pelan-pelan," pangkas Damian dingin, suaranya dipenuhi intonasi peringatan yang tajam. "Jangan ceroboh.""Iya, maaf... Aku refleks gara-gara kaget mendengar keputusan sepihak kamu itu," cicit Bianca melunakkan nada suaranya, menya
Read more