Sisilia seketika kaget mendengar langkah kaki dengan frekuensi yang familiar. Tangannya menggenggam, yang lainnya mencari pegangan pada ujung jari Ester. "Tenang, Nona, normalkan napas Anda!" bisik Ester. Sisilia mengikuti semua arahan Ester, tetapi kegelisahan dan ketakutan masih tampak jelas di sorot matanya. Seorang pria datang mendekat, sosok dengan aroma khas mulai menyapa indera penciuman gadis buta. "Ada urusan apa seorang wanita buta datang di pelelangan, apakah ada kemampuan?" Suara Harlan begitu jelas tertangkap oleh telinga Sisilia. Kepala wanita itu menunduk menyembunyikan ketakutannya. Dia perempuan masih ingin menghindar lagi dan lagi. "Angkat wajahmu, Sisilia! Apakah ini sikap seorang luna?" cerca Harlan menekan jiwa Sisilia. "Apa untungnya bagi Anda, Tuan Harlan?""Ho oh, rupanya ingatanmu masih tajam juga. Ini adalah wilayahku, dan Nyonya Rebecca adalah pengendali segala kekuatan," kata Harlan dengan nada sombong. Sisilia diam, tetapi indera pendengarannya mena
Last Updated : 2026-05-08 Read more