"Sisilia, hendak kemana kamu?" tanya Rebecca dengan lantang saat dilihatnya Sisilia berjalan sambil membawa tas ransel. Wanita muda itu menghentikan langkahnya dan berbalik badan sambil menebarkan senyum. Kedua matanya bergerak lucu agar mamanya tidak naik darah. "Sisilia, apa lagi yang akan kamu perbuat di luar sana?"Sisilia berjalan mendekati Rebecca, dia meraih tangan mamanya dan mencium lembut. "Jangan khawatir padaku, Ma. Ada sesuatu yang ingin menemuiku," jawab Sisilia dengan nada rendah. Rebecca mengerutkan dahi merasa tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh putrinya. Seseorang atau sesuatu sangat berbeda dan ini memintanya untuk bertemu. Sebuah pernyataan yang tidak nyata. "Jangan berbohong dengan mama, Sisilia! Akan berdampak tidak baik pada roh kamu," tegas Rebecca. Sisilia tersenyum lalu mendekat dan memeluk lengan wanita tua itu. Kepalanya bergerak mendekat, berbisik lembut, "sepertinya dia pria baik yang datang untukku, Ma."Rebecca mengurai pelukan putrinya,
Last Updated : 2026-05-14 Read more