"Suamimu nggak kerja, Ning? Sudah seminggu lho kalian menikah, kalian juga nggak pergi bulan madu, tapi kok suamimu nggak kerja-kerja juga?" tanya Bapak saat aku baru saja keluar kamar.Belum sempat aku menjawab, Ibu sudah menyela dengan nada ketus."Mau kerja apa, Pak? Wong pengangguran! Apa juga Ibu bilang, laki-laki mo kon do kok dinikahi! Kayak nggak ada yang lain saja!"Dina, adikku yang duduk di samping Ibu, tertawa kecil mendengar perkataan ibu itu."Wajarlah, Bu. Mbak Ning juga kan nggak cantik. Nggak pernah dandan. Ada yang mau nikahin dia juga udah syukur, Bu. Setidaknya nggak sampai aku langkahi. Soalnya Mas Yudha rencananya bulan depan mau melamar aku, Bu," sambar Dina enteng.Aku menghela napas gundah mendengar perkataan mereka itu. Baru satu minggu aku menikah dengan Mas Fahri, tapi tuduhan kalau suamiku pengangguran sudah mulai terdengar, membuatku tak enak hati.Padahal saat lamaran kemarin, Mas Fahri memberikan mahar sebesar seratus juta rupiah. Tapi sekarang mereka s
آخر تحديث : 2026-04-15 اقرأ المزيد