Detik jam kuno di ruang santai lantai atas kediaman Menteng berbunyi konstan, memecah keheningan siang yang mulai merambat naik. Sinar matahari pukul dua siang menembus kaca patri, membentuk bias warna warni yang jatuh di atas lantai kayu ek. Di atas sofa, Nayaka baru saja membuka matanya setelah tidur siang yang tenang, merasakan kehangatan selimut wol kelabu tua masih membungkus kakinya dengan sempurna.Lucien tidak pernah bergeser dari posisinya. Pria itu kini duduk bersandar pada sandaran kursi kayu rendah, dengan gawai taktis terenkripsi ganda menyala redup di tangan kirinya, sementara tangan kanannya tetap menggenggam jemari dingin Nayaka. Begitu merasakan ada pergerakan halus dari sang istri, Lucien langsung meletakkan gawainya di atas meja nakas, lalu mencondongkan tubuhnya ke depan dengan binar mata yang melunak."Kau terbangun tepat waktu, Aurora," bisik Lucien, suaranya berat dan rendah, menguar dekat di telinga Nayaka bersama aroma menenangkan dari m
Last Updated : 2026-06-10 Read more