Lantai marmer itu terasa sedingin es, namun rasa sakit yang menghujam perutnya jauh lebih mematikan. Aurora Calista Wijaya terkapar dengan nafas tersengal, sementara darah merah kental mulai merembes, mengotori gaun putih yang ia kenakan. Di atas tangga, Selena Anindya berdiri dengan senyum kemenangan yang tipis, jari-jemarinya masih gemetar setelah mendorong saudara angkatnya."Mati saja kamu, Pembawa Sial," bisik Selena, suaranya nyaris tidak terdengar namun menusuk indra pendengaran Aurora yang mulai memudar. "Gavin dan bayi di rahimku lebih butuh posisi ini daripada wanita penyakitan sepertimu."Aurora ingin berteriak, ingin memaki, namun suaranya tercekat di tenggorokan. Di saat kesadarannya hampir hilang sepenuhnya, sebuah ledakan hebat seolah terjadi di dalam kepalanya. Di tempat lain, di saat yang bersamaan, Nayaka Seraphina… sang agen rahasia elit baru saja dikhianati oleh sahabatnya sendiri, Vania. Ledakan bom di markas rahasia itu seharusnya mengakhiri hidup Nayaka, nam
Última atualização : 2026-04-17 Ler mais