Cahaya lampu sorot bernuansa putih keemasan memantul sempurna di atas lantai marmer Gedung Balai Kartini, Jakarta Selatan. Pagi itu, riuh rendah suara ratusan akademisi, peneliti muda, dan praktisi teknologi hijau dari berbagai penjuru Nusantara memenuhi aula pameran utama Simposium Teknologi Hijau Nasional. Stand-stand pameran berdiri megah dengan berbagai latar belakang inovasi—mulai dari panel surya fleksibel, sistem pengolahan limbah mikroba, hingga maket-maket arsitektur futuristik. Di bilik pameran nomor 14, papan latar hitam elegan bertuliskan "Inovasi Konservasi Pesisir Terpadu: Rekayasa Bio-Struktur dan Lanskap Organik" berdiri kokoh. Di tengah bilik tersebut, terbentang maket fisik ukuran penuh berskala 1:50 yang dikerjakan oleh Aries, Lyra, Danu, dan Sarah selama tiga minggu terakhir. Maket itu menampilkan miniatur tebing batu, terasering vegetasi pesisir, dan miniatur sistem irigasi otomatis yang dialiri air sungguhan melalui pompa akuarium mikro rakitan Sol. Danu
Read more