Keesokan paginya, Alyssa berjalan beriringan dengan Nathan menuju gerbang taman kanak-kanak.Bocah itu tampak menggemaskan dengan tas ransel dinosaurusnya, menggandeng erat jemari Alyssa seolah takut wanita itu akan menghilang jika ia melepaskannya sedikit saja.Udara pagi Oakhaven yang sejuk menyapu wajah Alyssa, namun tidak mampu mengusir sisa-sisa ketegangan dari kejadian di ruang kerja Arsenio semalam.Di depan pintu kelas, seorang wanita muda dengan seragam guru menyambut mereka dengan senyuman hangat. "Selamat pagi, Nathan. Wah, hari ini datang tepat waktu, ya?""Pagi, Ibu Guru!" seru Nathan riang. Bocah itu mendongak, mencium punggung tangan Alyssa dengan takzim. "Mami, Nathan masuk kelas dulu, ya? Nanti Mami jemput Nathan lagi, kan?""Tentu saja, Jagoan. Belajar yang pintar, ya," jawab Alyssa sembari mengusap rambut halus Nathan.Nathan melepaskan genggamannya lalu berlari masuk ke dalam kelas, bergabung dengan anak-anak lain yang sedang menyusun balok mainan. Setelah Nathan m
Magbasa pa