Dua jam berlalu dalam keheningan yang hanya dipecah oleh bunyi gesekan kertas dan denting halus jarum jam. Alyssa membetulkan letak kacamatanya, matanya mulai terasa panas setelah menyisir ribuan angka dalam laporan audit yang diberikan Arsenio. Sesekali ia melirik tumpukan map di sudut meja, merasa takjub sekaligus ngeri melihat bagaimana pria di hadapannya ini mengelola puluhan kasus raksasa secara bersamaan.“Pantas saja dia jarang sekali kalah. Cara berpikirnya benar-benar sistematis sampai ke hal terkecil,” gumam Alyssa pelan, bermaksud memuji pria yang duduk di hadapannya itu.Namun, saat Alyssa mendongak untuk menanyakan satu poin yang mengganjal, ia tertegun. Arsenio tidak lagi berkutat dengan layar monitornya. Pria itu telah memejamkan mata, kepalanya tertumpu pada sebelah tangan yang tertekuk di atas meja kayu jati tersebut. Napasnya terdengar teratur, sangat kontras dengan wajah tegang yang ia tunjukkan sepanjang hari.Alyssa menghela napas panjang, lalu menyandarkan punggu
Read more