Pukul sebelas malam, suasana di dalam ruang kerja Arsenio terasa begitu mencekam dan dingin. Pendingin ruangan yang diatur terlalu rendah membuat kulit Alyssa meremang, namun ia tidak memiliki waktu untuk memikirkan rasa dingin tersebut.Di hadapannya, ratusan lembar salinan rekening koran dan manifes pengiriman barang milik perusahaan ayahnya, PT Verena Logistik, menumpuk menuntut untuk diperiksa satu demi satu.Alyssa, yang sudah kelelahan karena seharian menguras emosi mulai dari berdebat di mobil, menghadapi teka-teki identitasnya, hingga mengurus Nathan, mulai merasakan pening yang hebat di pelipisnya. Ia melemparkan pulpennya ke atas meja dengan kesal, lalu memijat pangkal hidungnya."Tuan Valmer, Anda benar-benar tidak punya rasa kemanusiaan," gerutu Alyssa dengan suara serak, lalu menatap tajam pria yang duduk di balik meja kerja besar seberangnya. "Kepala saya rasanya mau pecah. Kita sudah memeriksa ini selama tiga jam tanpa henti."Arsenio tidak menoleh sedikit pun dari laya
続きを読む