Alyssa mengabaikan tatapan tajam Arsenio dan maju selangkah. Dia pun berlutut di atas karpet beludru abu-abu itu, membiarkan lututnya bersentuhan dengan lantai dingin. Ia teringat adiknya bertahun-tahun yang lalu, saat ibu mereka meninggal, tangisan yang sama, getaran ketakutan yang serupa.“Sstt... tidak apa-apa. Jangan menangis lagi, ya. Kakak punya lagu yang indah untukmu,” bisik Alyssa pelan.Tanpa menunggu persetujuan Arsenio, dia merengkuh tubuh kecil Nathan. Awalnya bocah itu menegang, namun Alyssa mulai menyenandungkan melodi pengantar tidur yang lembut, sebuah lagu lama tentang bintang yang menjaga malam.Ajaibnya, isak tangis Nathan melandai. Kepala kecil itu bersandar di bahu Alyssa, jemari mungilnya meremas kerah kemeja murah Alyssa seolah menemukan jangkar di tengah badai.Arsenio terpaku, kemudian meletakkan pena mahalnya, sementara matanya yang sedingin es kini memancarkan keterkejutan yang nyata. Keheningan yang janggal menyelimuti ruangan itu selama beberapa saat.“Se
最終更新日 : 2026-04-27 続きを読む