"Ayah, urusan kami biar kami selesaikan sendiri. Ayah nggak perlu ikut campur."Suasana seketika menjadi tegang. Tidak ada yang mau mengalah. Aku dan Kak Evelin bahkan tidak berani bernapas keras-keras, takut menjadi sasaran amarah mereka.Tapi kalau dipikir-pikir memang aneh. Biasanya Kakak emosinya stabil, kenapa hari ini dia tiba-tiba begitu gampang marah?Ibu mencoba meredakan suasana, dia berkata dengan penuh perhatian, "Nak, kami ‘kan cuma khawatir dengan kesehatan kalian. Lebih cepat diperiksa, lebih cepat tenang."Kakak mengerutkan kening, menatap Ayah dengan tatapan menantang. "Bu, sudah kubilang, kami baik-baik saja. Kami punya rencana sendiri, nggak perlu bantuan Ayah dan Ibu."Wajah Ayah mulai memerah menahan amarah yang meledak. Dia menggebrak gelas ke atas meja dengan keras sambil bertanya penuh tuntutan, "Punya rencana sendiri? Kalau begitu, beri tahu kami! Kalau begini terus, bagaimana kami bisa tenang?"Emosi Kakak mulai lepas kendali. Dia berdiri, suaranya terdengar s
اقرأ المزيد