"Cepat masuk, Keenan! Jangan berdiri di depan pintu seperti patung penjaga istana!" seru Luna tajam, melotot ke arah teman masa kecilnya itu yang masih sibuk mengagumi mainan kayu berbentuk pedang di etalase luar.Keenan Lightmore menghentikan langkahnya, buru-buru menyusul Luna sambil cengengesan. "Iya, iya, aku masuk! Astaga, Luna, sabar sedikit kenapa? Hari ini kan hari libur akademi, kita tidak perlu terburu-buru seperti mau dihukum lari keliling lapangan oleh Jenderal Cedric," bela Keenan santai, lalu meletakkan kedua tangannya di atas pinggang.Di belakang mereka berdua, Ashlan Valois berjalan dengan langkah tegap, tenang, dan wajah dingin tanpa emosi. Di tangan kanannya, ia membawa kantong belanjaan kecil berisi bahan-bahan kerajinan yang baru saja mereka beli dari toko sebelah. Dan tentu saja, tepat di sampingnya, Kayla Lightmore berjalan menempel erat layaknya bayangan, menggenggam ujung lengan baju kemeja hitam Ashlan tanpa celah."Kakak Ashlan, lihat ini!" seru Kayla antusi
Read more