Taman mawar putih di Istana Kerajaan adalah tempat yang dirancang untuk romansa, namun bagi Celina, atmosfer di sana terasa mencekam. Aroma bunga yang manis bercampur dengan kelembapan udara malam, menciptakan suasana yang menyesakkan. Ia melangkah hati-hati, tumit sepatunya sesekali terbenam di tanah yang lunak, sementara matanya menyapu setiap sudut bayangan yang diciptakan oleh lampu-lampu taman yang remang.Di bawah lengkungan bunga mawar yang merambat, sosok Kael Vancewood berdiri. Ia tidak lagi mengenakan senyum jenaka yang biasa ia pamerkan di depan publik. Wajahnya serius, hampir terlihat muram di bawah sinar rembulan yang pucat."Anda datang, Vivianne," ucap Kael pelan. Ia melangkah maju, namun Celina tetap menjaga jarak dua langkah darinya."Aku tidak punya banyak waktu, Baron. Lucien akan mencariku dalam hitungan menit," sahut Celina dingin. Ia menyilangkan tangan di depan dada, menutupi rasa gelisah yang mulai merayap. "Apa maksud pesanmu tentang ibuku? Ibu Vivianne mening
Last Updated : 2026-04-22 Read more