Setelah debu mereda, Lucien mendekati Celina. Napasnya masih memburu, darah musuh memercik di pipinya yang tegas. Ia hendak memeluk Celina, namun Celina mundur selangkah. "Jangan sekarang, Lucien," ucap Celina. "Kita belum selesai. Kael Vancewood ada di kota ini. Dan dia punya bukti yang bisa menghancurkan nama keluargamu atas apa yang terjadi pada ibuku. Kau menyelamatkanku dari ayahku, tapi siapa yang akan menyelamatkanmu dariku?" Lucien membeku. Kelegaan yang baru saja ia rasakan seketika sirna, digantikan oleh kenyataan pahit bahwa istrinya sekarang adalah pemain paling berbahaya di papan catur ini. "Celina... aku..." "Besok pagi, kita akan bicara soal surat cerai itu lagi," ucap Celina sambil berbalik masuk ke dalam vila. "Kali ini, aku yang memegang semua kartu, Lucien. Dan aku tidak akan menerima jawaban 'tidak'." Malam itu, di bawah langit Selatan yang kelam, Celina Camilla duduk sendirian. Ia telah menjatuhkan ayahnya. Ia telah memojokkan suaminya. Dan ia telah menggunaka
Dernière mise à jour : 2026-04-22 Read More