Kemenangan atas pasukan Aethelgard dan tertangkapnya Kael Vancewood menyisakan keheningan yang ganjil di Ibu Kota Oakhaven. Meskipun rakyat bersorak dan fajar mulai menyapu sisa-sisa asap peperangan, Celina Camilla tidak merasa sepenuhnya tenang. Baginya, kemenangan yang terlalu bersih sering kali menyembunyikan jebakan yang belum terdeteksi. Pagi itu, Aula Pengadilan dipenuhi oleh para bangsawan yang masih tampak gemetar. Kael Vancewood, pria yang pernah menjadi simbol kelicikan dan ambisi, kini berdiri di tengah ruangan dengan rantai berat yang mengikat tangan dan kakinya. Jubahnya robek, wajahnya penuh lebam, namun matanya masih memancarkan kilatan kegilaan yang membuat para menteri memalingkan wajah. Lucien berdiri di samping singgasana Raja Alaric, tangannya tak pernah lepas dari hulu pedangnya. Sementara itu, Celina duduk di kursi penasihat agung, matanya menatap tajam ke arah tawanan di depannya. "Kael Vancewood," Raja Alaric memulai dengan suara yang masih agak lemah nam
Last Updated : 2026-04-22 Read more