Di depan pintu gerbang utama, Santoso, Tiara, dan Dani tampak sedang menunggu gerbang dibuka.Wajah Dani terlihat cemas, pucat pasi, padahal ia sendiri yang tadi ngotot memaksa kedua orang tuanya datang ke sini untuk melihat keadaan Freya."Kamu yakin Pamanmu yang mengundang kita ke sini, Dani? Jangan membohongi kami!" tanya Tiara dengan nada curiga sekaligus tidak percaya mendengar ucapan anaknya.Dani hanya diam sambil menghela panjang. Ia memang berbohong dengan mengatakan kalau Diego mengundang keluarga mereka ke mansion untuk melihat keadaan Freya dan menikmati makan malam bersama.Padahal, jangankan mengundang, tulang-tulang Dani saja ingin dipatahkan oleh Diego malam ini."Tidak mungkin Dani berbohong, Mi. Dia dan Diego 'kan tadi sempat berbicara panjang lebar di ruang kerja. Mungkin saja Diego membahas soal undangan makan malam itu di sana. Lebih baik kita datang saja, daripada Diego mengira kita tidak menghargai undangannya," bela Santoso meyakinkan istrinya.Tiara meli
Baca selengkapnya