LOGINKarena sakit hati diselingkuhi, Freya terpaksa meminta bantuan pada Diego Foster_paman calon suaminya yang dikenal kaya raya dan gila wanita. Namun, bantuan yang didapatkan Freya harus dibayar dengan sesuatu yang diinginkan oleh sang Penguasa ....
View More"Paman, aku datang ke sini karena aku ingin .... "
"Aku akan membantumu, dengan satu syarat."
Kalimat Diego memutus kata-kata Freya. Mata Freya membulat sempurna. Bagaimana mungkin pria ini tahu maksud kedatangannya sebelum ia sempat mengucapkannya?
Freya Xania seorang spesialis kandungan, tidak pernah menyangka pasien yang datang ke kliniknya tadi pagi adalah selingkuhan Dani_calon suaminya.
Wanita bernama Nadia itu bahkan sudah hamil dua bulan. Lalu, dengan bangganya dia memamerkan cincin tunangan yang sama persis seperti cincin pernikahan yang Freya desain sendiri.
Lebih parahnya, Dani justru memberikan cincin berlian palsu dengan desain serupa padanya.
Mungkin Dani lupa, sebelum orang tua Freya bangkrut karena penipuan, mereka adalah pemain besar di bisnis perhiasan.
Freya tumbuh besar dengan melihat perbedaan antara berlian murni dan zircon murahan.
Tidak ingin diam saja saat harga dirinya diinjak-injak, Freya nekat menemui Diego_paman kekasihnya sendiri untuk meminta bantuan.
Diego Foster adalah pemilik imperium Gold Dragon dan penguasa industri batu bara yang dikenal sebagai orang paling berkuasa di negara ini.
Dibandingkan dengan Dani yang baru belajar memimpin dan posisinya hanya sebagai Direktur, Diego adalah Raja Bisnis yang sesungguhnya, sosok yang paling disegani sekaligus ditakuti di dunia korporasi.
Hanya Diego satu-satunya orang berkuasa, yang mampu menghancurkan Dani.
"Syarat?" Suara Freya nyaris berbisik.
Diego memajukan tubuh, meraih pulpen emas di atas meja sambil terus mengunci tatapan Freya.
Aura dominannya menyelimuti ruangan itu, membuat Freya merasa kecil.
"Kamu akan mendapatkan bantuan dariku, apa pun itu. Aku bisa menghancurkan apa pun yang ingin kamu hancurkan. Tapi sebagai gantinya, kamu harus menerima syarat dariku."
"Paman tahu apa yang aku inginkan?" tanya Freya masih tak percaya.
"Aku tahu segalanya, Freya." Diego menyandarkan punggung ke belakang, menatap Freya lekat-lekat.
Ditatap sedemikian dalam oleh pria di depannya membuat Freya diam membeku. Selama ini yang ia ketahui tentang Diego ... sang Naga Emas dikenal sebagai pria yang belum pernah menikah, tapi kerap bergonta-ganti pasangan kencan.
Banyak wanita cantik di negeri ini berlomba untuk menjadi istrinya, namun tidak ada satu pun dari mereka yang terpilih.
Freya merasa dirinya jauh dari kata sempurna dibandingkan wanita-wanita itu, akan tetapi kenapa tatapan Diego padanya selalu terasa begitu ... berbeda? Dan alasan itu yang membuat Freya berani meminta bantuan pada Paman kekasihnya sendiri.
"Maaf Paman, tapi apa Paman benar-benar akan membantuku? Paman bahkan belum tahu apa yang ingin kulakukan," tanya Freya pelan.
Diego tertawa kecil. "Aku tahu kamu ingin membalas sakit hatimu, bukan? Aku akan membantumu meratakan segalanya, asalkan kamu setuju dengan satu syarat."
Freya kembali terdiam. Jika Diego sudah bicara seperti itu, artinya pengkhianatan Dani memang sudah bukan rahasia lagi?
Apa mungkin Dani sengaja berkhianat hanya untuk menghancurkannya? Karena ia terlalu banyak berhutang budi pada kedua orang tua tunangannya itu?
Freya memejamkan mata sesaat, mengingat masa kelam ketika bisnis orang tuanya hancur. Saat itu, orang tua Dani datang bagai Dewa penyelamat.
Mereka menggelontorkan dana yang tidak sedikit untuk membiayai kuliah kedokteran Freya hingga tuntas, bahkan mendirikan klinik besar untuk mewujudkan mimpi Freya menjadi Dokter Kandungan.
Namun, kini dilema menghantamnya. Jika Dani benar-benar berkhianat, apakah Balas Budi sebanding dengan harga diri yang diinjak-injak?
Freya menghela napas dalam, lalu mengatakan, "Apa syaratnya, Paman?"
Diego tidak langsung menjawab. Ia berdiri, melangkah perlahan mengitari meja kerja besarnya, lalu berhenti tepat di belakang Freya.
Ia membungkuk, membisikkan kata-kata tepat di telinga Freya.
Bulu kuduk Freya meremang seketika saat merasakan hembusan napas hangat Diego yang seakan merasuk ke dalam jiwa.
Jantung Freya berdegup liar saat mendengar bisikan rendah itu.
"Aku ingin memilikimu seutuhnya."
Freya menelan ludah dengan susah payah. Syarat itu terasa begitu berat. Ia sadar, jika ia mengangguk, ia mungkin hanya akan berakhir menjadi Pemuas Nafsu sang konglomerat.
Tidak mungkin pria sekelas Diego sudi menikahinya. Namun, jika ia menolak, ia akan masuk dalam jebakan licik Dani yang menjijikkan.
"T-tapi ... apa Paman benar-benar akan membantuku menghancurkan Dani?" Suara Freya bergetar. "Dia keponakanmu."
Diego tersenyum tipis, sebuah senyum yang terasa mematikan saraf-saraf Freya.
"Siapa pun itu akan aku hancurkan jika berani menyakiti mainanku."
Freya terdiam, helaan napasnya terasa kian berat. Jawaban Diego mempertegas posisinya sebagai 'Mainan.'
Ya, hanya sebagai mainan sang Naga Emas, sama seperti wanita lain yang selama ini selalu dianggap rendah oleh orang-orang.
*
*
*
Di sisi lain gedung, di ruang kerja yang nyaman, Dani baru saja duduk di kursi kebanggaan.
Sebuah panggilan masuk dari kontak bernama 'Melati' nama rahasia yang ia berikan untuk Nadia_selingkuhannya.
Dani melirik ke arah pintu, memastikan tidak ada staf yang lewat sebelum ia mengangkat telepon itu dengan suara yang sengaja dibuat mesra.
"Sayang, jangan menghubungi di jam segini. Kalau rindu, tunggu aku pulang kerja nanti, hmmm."
"Iihh! Aku nelepon bukan karena kangen, tapi karena aku punya berita penting untuk kamu. Kamu mau tahu berapa usia kandunganku sekarang?"
Mata Dani membelalak. Ia pikir mual-mual yang dikeluhkan Nadia beberapa hari lalu hanyalah efek kelelahan karena kegiatan ranjang mereka setiap malam.
"Kamu ... kamu benar-benar hamil?"
"Iya! Usianya sudah masuk dua bulan. Kamu harus siap-siap jadi ayah, dan jangan lupakan janji kamu. Setelah kamu menikahi wanita itu demi menjaga nama baik keluarga, kamu harus segera menceraikannya dan menikahiku."
Dani tersenyum lebar, dadanya membusung bangga karena akan segera memiliki penerus.
Selama ini ia memang sudah muak dengan Freya yang selalu menjaga jarak dengan alasan menjaga kesucian. Kini cinta Dani sudah tumpah sepenuhnya pada Nadia, wanita cantik yang selalu memuaskan hasratnya.
"Tentu, Sayang. Aku janji. Aku hanya menikahi Freya demi nama baik ayahku yang sudah terlanjur menjodohkan kami. Setelah itu, aku akan menceraikannya dengan tuduhan perselingkuhan yang sudah aku siapkan. Kamu tenang saja."
"Oke ... aku pegang janjimu. Jangan sampai lupa ya."
"Tentu, Sayang," jawab Dani. "Hmm ... untuk merayakan kebahagiaan kita, bagaimana kalau malam ini kita berdua makan malam romantis di Hotel Raflesia. Kamu mau?"
"Aku mau banget Sayang! Sampai jumpa nanti malam. I love you."
"I love you too, Sayang."
Dani meletakkan ponsel dengan senyuman lebar, merasa rencananya begitu sempurna.
Namun, ia sama sekali tidak menyadari bahwa di balik pintu yang sedikit renggang, Freya berdiri di sana.
Freya mendengar setiap kata, setiap tawa, dan setiap rencana busuk yang keluar dari mulut pria yang masih berstatus tunangannya itu.
BANG!Suara ledakan susulan membahana sangat kencang. Getaran hebat itu membuat air danau terguncang dahsyat, bahkan tubuh Jackie terlempar ke tepi danau hingga tak sadarkan diri.Dalam alam bawah sadarnya, Jackie melihat Yenzing dan Zhue tidak terselamatkan. Mereka berdua tewas dan arwah mereka melayang ke udara sambil melambaikan tangan ke arahnya."Yenzing, Zhue ... maafkan aku. Aku tidak punya nyali untuk menyelamatkan kalian. Aku sungguh menyesal, maaf ... semoga kalian damai di surga. Tolong jangan hantui aku. Aku tahu aku pecundang, aku tahu itu!"Jackie menangis tersedu-sedu di dalam pingsannya, menyesali ketidakmampuannya menyelamatkan nyawa Yenzing dan Zhue. Namun, jika ia tetap bertahan di sana pun, ia tidak bisa melakukan apa-apa.Kejadian ini mengingatkan Jackie pada peristiwa saat Dante membutuhkan donor darah. Lagi-lagi ia gagal memberikan yang terbaik untuk orang yang dikenal.Namun, ketika kesadarannya mulai kembali, Jackie mendengar suara familiar memanggil nam
Duar!Suara ledakan dahsyat menggema dari arah lantai bawah. Getaran kencang merambat hingga nyaris melempar tubuh Yenzing dan Jackie ke lantai."Diego benar-benar akan meledakkan tempat ini?" Mata Jackie membelalak panik.Sementara itu, Yenzing tetap berusaha keras menghantamkan tubuhnya ke pintu baja yang terkunci rapat.Bruk! Bruk!Mata Yenzing menyempit. Berkali-kali ia meringis kesakitan sambil memegang bahunya yang terus dihantamkan ke pintu baja.Melihat perjuangan itu, Jackie hanya bisa menghela napas panjang."Zhue! Bertahanlah di dalam!" ucap Yenzing lirih.Segala cara dilakukan Yenzing, tetapi pintu tebal itu tidak bergerak sedikit pun. Cucuran keringat membasahi wajahnya hingga pakaian yang ia kenakan basah kuyup.Jackie yang sempat tersungkur akibat guncangan bom langsung bangkit berdiri. "Percuma! Kita harus mencari kuncinya untuk membuka pintu ini, tapi waktu kita hampir habis. Sepertinya Tuanmu sudah benar-benar murka dan berniat meratakan seluruh markas Zhang!"
Brak!Pintu baja itu didobrak dari dalam oleh Diego. Para pengawal yang berjaga di luar terperanjat."Tidak mungkin!""Kepung dia!""Jangan biarkan dia pergi dari sini!"Lima orang bersenjata langsung mengarahkan moncong pistol ke arah Diego.Salah satu dari mereka melirik ke dalam ruangan dan melihat Fu terbaring tak bernyawa dengan leher yang patah.Kelima penjaga itu masih tak percaya. Diego, yang tadi sudah tak berdaya disetrum di kursi listrik, mampu melepaskan ikatan baja dan membunuh tangan kanan Zhang.Dengan tenang, Diego melangkah keluar."Berhenti, atau ...!"Dor! Dor! Dor!Lima tembakan melesat kilat. Kelima penjaga itu roboh tewas sebelum sempat menarik pelatuk.Diego menyusuri koridor bawah tanah yang remang-remang menuju tangga keluar.Di perjalanan, ia mengisi amunisi senapan laras panjang yang dirampasnya dari anak buah Zhang.Saat tiba di lantai atas, suasana tampak lengang. Zhang mungkin mengira Diego sudah sekarat sehingga tidak perlu penjagaan ketat."C
"Tembak saja!""Dua orang di sana terlihat mencurigakan. Jangan-jangan mereka penyusup.""Siapkan senjata! Tembak!""Tunggu! Jangan gegabah! Bagaimana kalau mereka hanya nelayan biasa?"Para anak buah Zhang saling berdebat. Senjata di tangan mereka mulai diturunkan saat melihat kedatangan Fu, tangan kanan Zhang."Kita amati dulu. Kalau benar mereka hanya nelayan, mereka bukan ancaman. Kalau kita asal tembak, warga setempat bisa mendatangi tempat ini dan memicu masalah baru!" tegas Fu."Baik!""Bubar!"Puluhan anak buah Zhang yang menjaga tepi pulau kembali berpencar mengawasi sekitar."Jangan lepas pengawasan! Walau terlihat seperti nelayan, kita tidak boleh lengah!" perintah Fu."Baik!"Di tengah danau, rakit yang ditumpangi Jackie dan Yenzing nyaris terbalik akibat kepanikan mereka.Namun, mereka mulai bernapas lega saat melihat moncong senjata tak lagi terarah pada mereka."Sepertinya anak buah Zhang mengira kita nelayan biasa," bisik Jackie.Yenzing mengembus napas panja
"Tuan Diego sudah menunggu Anda, Nona." Kalimat itu bagai sambaran petir yang mengejutkan Freya. Entah sudah berapa lama ia berdiri mematung, menatap sosok pria yang berdiri di dekat kolam renang.Freya menelan ludah, mengangguk pelan lalu mengangkat kaki yang terasa seberat besi baja menuju tempat
Freya terhenyak kaget, langkahnya tertahan di depan pintu klinik saat melihat sebuah mobil mewah sudah terparkir manis di tengah parkiran.Dua orang pria bertubuh tegap dengan setelan formal tampak berdiri tegak, lalu dengan gerakan serempak melangkah menghampiri Dokter Cantik itu."Nona, kami dat
Dengan langkah gontai yang tak lagi mampu menahan bobot tubuh, Dani ke luar dari ruang kerja Diego.Saat ia mendongak menatap ke depan, sekilas ia menangkap bayangan seorang wanita yang sangat ia kenal sedang melangkah masuk ke dalam lift."Nadia?" gumamnya tak percaya.Mencurigai ada sesuatu yan
"Waktumu sudah habis, kamu harus memberi jawaban sekarang!"Freya tersentak, kedua alisnya terangkat saat mendengar desakan Diego. Ini adalah pilihan paling sulit dalam hidupnya.Apakah ia benar-benar harus merelakan dirinya menjadi boneka Diego demi sebuah pembalasan dendam?Namun, Freya sadar s












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviewsMore