تسجيل الدخول"Nona, Anda harus tetap berhati-hati membuka kotak itu," ucap Bibi Ziang memperingatkan."Hmm, aku tahu Bi," senyum Freya, membayangkan kejutan indah dari Diego di dalam sana.Namun, belum sempat Freya menyentuh paket besar itu, tiba-tiba terlihat gerakan aneh dari dalam kotak."Ada yang bergerak! Apa isi paket itu?" panik pelayan."Menjauh, Nona!" teriak pengawal sigap sambil melangkah maju dan langsung menodongkan moncong senjata tepat ke arah kotak tersebut.Dengan gerakan refleks, Bibi Ziang dan pelayan lain menarik cepat lengan Freya, membawanya mundur menjauhi kotak misterius itu.Ceklek!Suara senjata api yang siap memuntahkan peluru."Jangan tembak! Tolong jangan tembak!"Semua orang di teras tercengang saat mendengar jeritan panik dari dalam kotak. Suara itu terasa sangat tidak asing di telinga Freya."Tolong jangan tembak! Ini aku ... Dani!" Pria itu perlahan berdiri dan memunculkan tubuhnya ke hadapan semua orang dari dalam kotak raksasa tersebut."Pak Dani?" Pengawal
Baru saja memasukkan ponsel ke dalam saku celana, suara notifikasi pesan berbunyi. Dani merogoh kembali sakunya, mengeluarkan benda pipih itu, lalu melihat kiriman video dari nomor tak dikenal.Kedua mata Dani membulat sempurna saat menyaksikan isi video tersebut, yang memperlihatkan Nadia dan seorang pria asing tengah masuk ke dalam kamar hotel."Brengsek! Jadi selama ini dia berselingkuh di belakangku?" Dani mencengkeram erat ponsel di tangan dengan tatapan nyalang penuh amarah. "Sejak kapan dia berani bermain api?"Belum habis rasa terkejutnya, ia kembali menerima pesan susulan yang berisi penjelasan lengkap mengenai pengkhianatan Nadia.Dani tercengang, tidak menyangka wanita yang selama ini ia banggakan ternyata serendah itu. "Nadia sudah memiliki suami, bahkan sebelum mengenalku? Jadi selama ini aku sudah ditipu habis-habisan olehnya? Dia yang berselingkuh denganku di belakang suaminya?"Kenyataan pahit itu menghantam Dani begitu telak, membuat dadanya mendadak terasa sesa
"Tuan, Yenzing ingin bicara dengan Anda." Seorang pelayan menghampiri Diego yang berdiri di dekat pintu dapur, menyampaikan pesan sambil menundukkan kepala penuh hormat.Tanpa menjawab sepatah kata pun, Diego langsung berbalik melangkah meninggalkan area dapur menuju pintu utama mansion dan berjalan ke luar.Melihat sang Naga mendekat, Yenzing bergegas menghampiri. "Pemeriksaan keamanan di gedung pesta Pak Dani sudah selesai dilaksanakan, Tuan. Seluruh gedung sudah dipastikan steril, dan tim penjagaan ketat juga sudah diturunkan sejak semalam."Diego menganggukkan kepala pelan. Merogoh saku celananya, mengambil ponsel, lalu langsung menghubungi Yoss."Selamat pagi, Tuan," sapa Yoss sigap dari seberang sambungan. "Saya masih memantau di depan rumah Pak Dani, dan sejauh ini tidak ada hal yang mencurigakan.""Bagaimana dengan pergerakan Nadia?" tanya Diego."Sampai saat ini Nadia masih berada di dalam hotel bersama pria selingkuhannya itu. Kemungkinan besar dia tidak akan hadir di
"Nona kenapa? Wajah Nona terlihat sangat pucat."Freya menoleh ke belakang. Pemilik suara hangat itu tak lain adalah Bibi Ziang.Ia menghela napas panjang, lalu menarik kursi di depan meja makan dan duduk."Ada yang sedang Nona pikirkan? Tentang apa? Kalau Nona ingin membaginya, Bibi siap mendengarkan." Bibi Ziang mendekat dan duduk di samping Freya.Sebelum menceritakan keluh kesahnya, Freya mengedarkan pandangan ke sekeliling, memastikan tidak ada siapa pun di sana selain mereka berdua."Tuan masih tidur di kamar tamu, Nona," ucap Bibi Ziang seolah mengerti kekhawatiran Freya. "Nona tidak perlu khawatir, Tuan tidak akan mendengar."Freya mengangguk pelan. "Aku dengar Paman ingin membawaku ke Amerika. Dia berniat mengobati amnesiaku di sana. Kalau sampai aku benar-benar ke sana dan Dokter memeriksa keadaanku yang sebenarnya sudah sembuh total, Paman pasti akan sangat marah dan kecewa."Bibi Ziang terdiam mendengarnya."Benar, kan, Bi? Paman Diego pasti kecewa ... dia pasti ma
"Nadia berselingkuh, Tuan. Ada laki-laki lain yang sedang dekat dengannya, bahkan mereka sering menginap di hotel bersama. Malam ini mereka juga sedang pergi dan menginap di salah satu hotel mewah," lapor anak buah Diego dari ujung sambungan telepon.Mendengar informasi itu, Diego menyunggingkan senyuman sinis yang dingin. "Kalau begitu, ada kemungkinan bayi di dalam kandungan Nadia bukan anak biologis Dani?""Sangat mungkin, Tuan. Apa Anda ingin saya menggali informasi ini lebih dalam? Saya bisa membujuk Dokter kandungannya untuk mengambil sampel dan melakukan tes DNA secara diam-diam. Hanya dengan melakukan itu kita bisa tahu anak siapa yang dikandung Nadia."Diego terdiam sejenak. Otaknya dengan cepat mengingat kembali kesepakatan antara dia dan Dani sebelumnya.Jika Dani sampai tahu Nadia berselingkuh dan bayi itu ternyata bukan darah dagingnya, si keras kepala itu pasti akan semakin gencar mengejar cinta Freya."Bagaimana, Tuan?" tanya Yoss. "Kalau janin itu memang bukan ana
"Tidak usah bicara macam-macam, Dani! Fokus saja dengan hubunganmu dan Nadia! Bukankah kalian akan menikah secepatnya? Untuk apa kamu mengurusi urusan mantanmu? Biarkan Freya menjalani kehidupannya sendiri bersama Diego. Urusan orang tua kandung Freya yang sudah meninggal itu bukan urusanmu lagi!" bentak Santoso tegas.Suara tingginya yang memenuhi ruang mobil seketika membuat Dani terdiam membisu."Papimu benar. Jangan mengurusi urusan orang lain. Apalagi kamu dan Freya sudah berpisah, untuk apa kamu ingin tahu masa lalu Freya? Tidak penting lagi untukmu, kan?" sambung Tiara menengahi.Dani menghela napas panjang, menatap lurus ke depan dengan raut wajah penuh ambisi yang tertahan.Entah mengapa, ia sangat yakin ada rahasia besar yang sengaja disembunyikan oleh kedua orang tuanya tentang masa lalu Freya.Rasa penasaran itu semakin membuncah saat ia teringat kembali pada pers
[Aku menerima tawaran itu]Dengan ujung jari yang gemetar, Freya mengetik pesan singkat itu dan mengirimkannya kepada Diego.Begitu status pesan berubah menjadi 'dibaca,' Freya segera mematikan ponselnya dan melangkah pergi meninggalkan koridor ruang kerja Dani yang terasa memuakkan.Tidak ada ja
"Paman, aku datang ke sini karena aku ingin .... ""Aku akan membantumu, dengan satu syarat."Kalimat Diego memutus kata-kata Freya. Mata Freya membulat sempurna. Bagaimana mungkin pria ini tahu maksud kedatangannya sebelum ia sempat mengucapkannya?Freya Xania seorang spesialis kandungan, tidak
"Pakai gaun malammu!"Freya seketika membeku di tempat. Baru saja kakinya menginjak lantai kamar hotel yang mewah itu, Diego sudah memberikan perintah.Matanya tertuju pada gaun malam seksi berbahan tipis yang sudah tergeletak di atas ranjang berukuran king size."Emm, Paman ... sebaiknya kita me
"Tuan Diego sudah menunggu Anda, Nona." Kalimat itu bagai sambaran petir yang mengejutkan Freya. Entah sudah berapa lama ia berdiri mematung, menatap sosok pria yang berdiri di dekat kolam renang.Freya menelan ludah, mengangguk pelan lalu mengangkat kaki yang terasa seberat besi baja menuju tempat







