Laras sudah selesai memilih berbagai sayuran segar—bayam, kangkung, wortel, dan beberapa bumbu dapur. Ia berdiri di depan penjual, mulai menghitung uang di tangannya untuk membayar.Namun saat ia hendak menyerahkan uang, tiba-tiba sebuah tangan menahan pergelangan tangannya dengan lembut.“Biar aku saja, Laras.”Laras menoleh kaget. Niko sudah berdiri di sampingnya, langsung mengambil alih.“Kak, nggak usah—” Laras mencoba menolak.Tapi Niko sudah lebih dulu menyerahkan uang kepada pedagang.“Ini, Bu. Sekalian semuanya,” ucap Niko tenang.Pedagang itu tersenyum lebar, menerima uang tersebut.“Wah, rezeki Mbak Laras pagi ini,” canda si ibu pedagang.Laras hanya bisa tersenyum kaku, wajahnya mulai memerah.“Kak, ini pemborosan. Nggak boleh begitu. Biar saya saja yang bayar,” bisiknya pelan saat mereka berjalan menjauh.Niko meliriknya sekilas, lalu tersenyum tipis. “Nggak kok.”
Last Updated : 2026-04-21 Read more