Sorak-sorai dan tepuk tangan masih terdengar memenuhi ruangan. Laras tersenyum sambil sedikit menundukkan badan sebagai tanda terima kasih, lalu buru-buru turun dari panggung. Dari luar, dia terlihat tenang dan percaya diri, tapi sebenarnya jantungnya berdetak kencang sejak tadi. Begitu kakinya menginjak lantai, rasa gugup yang ditahannya sejak awal mulai terasa. Belum lagi bayangan masa lalu yang kadang datang tanpa diundang, membuat dadanya sesak dan kepalanya agak pusing. Dia butuh waktu sebentar untuk menenangkan diri.Dengan langkah cepat, Laras menghampiri James yang sedang berbicara dengan beberapa rekan bisnis. “Permisi, Pak…” ucapnya pelan. “Saya izin sebentar ya, mau ke toilet, mau tarik napas dulu.” James menoleh dan langsung menangkap kondisi Laras yang terlihat sedikit pucat. “Oh, silakan. Tapi jangan lama ya, nanti ada sesi foto,” jawabnya dengan nada yang cukup mengerti.Dari sudut ruangan yang agak sepi, ada seseorang yang sejak tadi memperhatikan L
Last Updated : 2026-04-28 Read more