Mbok Yem tampak ragu sejenak. Ia menatap Niko dengan sorot mata yang sedikit iba, seolah tidak tega menyampaikan sesuatu.“Den Niko…” ucapnya pelan.Niko langsung menoleh, alisnya sedikit berkerut. “Iya, Mbok?”Dengan napas yang ditarik perlahan, Mbok Yem akhirnya berkata, “Laras… sudah berangkat, Nak.”Seolah tidak langsung mengerti, Niko terdiam beberapa detik. “Berangkat?” ulangnya.“Iya,” lanjut Mbok Yem. “Kemarin sore dia pamit. Katanya hari ini sudah mulai masuk kelas lagi, jadi harus kembali.”Kalimat itu sederhana, tapi cukup untuk membuat sesuatu di dalam diri Niko terasa jatuh.“Oh… begitu,” jawabnya pelan.Ia mencoba tersenyum, namun jelas terlihat bahwa senyum itu tidak sepenuhnya tulus. Harapan yang sejak tadi diam-diam ia bawa sepanjang perjalanan, kini seolah menguap begitu saja.Niko menundukkan pandangannya sejenak. Entah kenapa, ia merasa sedikit kosong. Perjalanan panjang, oleh-oleh y
Last Updated : 2026-04-22 Read more